NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Polimer Informatika, Agar Komputer Pintar Kimia

Apa hubungannya antara bahan polimer dengan kanker? Kini ada gabungan antara ilmu kimia dengan informatika yang dikenal dengan nama polimer informatika. Ini merupakan bagian dari prosedur yang digunakan dalam riset antikanker.

Mendengar kata polimer, yang terlintas adalah bahan plastik. Dalam ilmu kimia, bahan ini terkait dalam riset pengobatan nano alias nanomedicine yang berhubungan dengan nanoteknologi. Bahan kimia polimer ini dalam beberapa tahun ke belakang mulai dlirik sebagai inovasi dalam anti-cancer nanomedicine seperti yang telah dikemukan Ruth Duncan (2006) dalam Nature Reviews Cancer.

Pengobatan nano merupakan aplikasi yang menggunakan nanoteknologi, meliputi aplikasi masa depan nanoteknologi molekuler hingga pembuatan obat nanopartikel.

Penamaan Rumit

Salah satu langkah dalam ilmu polimer tradisional adalah bagaimana mencari nama molekul yang tepat. Dalam pencarian nama molekul ini, terdapat beragam standar. Seperti kita tahu, penamaan molekul kimia teramat rumit dan memiliki aturan tersendiri. Kadang setiap institusi ilmuwan berpegang pada standarnya masing-masing.

Untuk mencari molekul CCC=C saja misalnya American Chemists Society (CAS) memberi nama 1,3-butadiene, homopolymer. Sedangkan International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) memberi nama polybutadiene, poly(but-1-ene-1,4-dyl), 1,4-polybutadiene, atau poly(buta-1,3-ene). Dan pihak Scion (DuPont) memberi nama poly-1,3-butadiene.

Dapat dibayangkan, berapa banyak waktu yang harus kita gunakan hanya untuk mencari satu molekul dengan berbagai nama dalam PubChem/PubMed/ Web of Science/ bahkan Scholar Google.

Perlu disadari juga polymer chemist yang ada di dunia pun pasti akan terbagi-bagi dalam ‘parpol-parpol’ –nya masing masing-masing yang mengikuti IUPAC, CAS, atau Scion dalam publikasi mereka. Rumit sekali bukan?

Beranjak dari permasalahan ini, Dr. Nico Adams, seorang pakar kimia polimer sekaligus juga pakar informatika, berusaha untuk mempermudah hidup dari polymer chemists ataupun para peneliti yang berurusan dengan dunia polimer. Bersama timnya di Unilever Cambridge Centre for Molecular Informatics (UCCMI), beliau mulai mengembangkan sebuah sistem yang mampu “mengorganisir” dunia polimer melalui teknologi informatika. Dengan menciptakan Polymer Markup Language, UCCMI membuat sebuah ‘bahasa’ dimana computer mampu mengenali istilah-istilah polimer bahkan menyusun hingga memprediksi struktur hingga physical properties dari molekul itu.

Tidak berhenti sampai disitu, mereka pun membuat program yang diberi nama OSCAR atau Open Source Chemistry Analysis Routines (kini dalam generasi ke-3) yang mampu memindai artikel riset dan merangkum semua polimer yang ada dalam artikel tersebut dan membandingkannya dengan database. Ini akan membuat kesalahan analisis dan pencantuman data dapat dihindari secara dini. Walaupun demikian, pengawasan manusia masih diperlukan mengingat masih belum sempurnanya program ini.

Setelah bioinformatika, kini informatika polimer membuat hidup menjadi lebih mudah dengan membuat komputer mengerti kimia.
Informasi lebih lanjut: http://wwmm.ch.cam.ac.uk/blogs/ http://wwmm.ch.cam.ac.uk/blogs/adams/ http://wwmm.ch.cam.ac.uk/blogs/adams/?p=62 (video kuliah Nico Adams)

Mengunduh (download) Oscar 3.0:
http://sourceforge.net/projects/oscar3-chem Referensi:

  • Duncan, R. (2006) Polymer therapeutics as anticancer nanomedicines. Nature Reviews Cancer, September in press.
  • Engineering Polymer Informatics: Computers, Polymers, and Nanomedicine, presentasi dari Dr. Nico Adams dalam European Science Foundation Summer School in Nanomedicine, Cardiff, 13 Juni 2007, (http://www.cf.ac.uk/phrmy/nanoschool07/)
 

 Tentang Penulis:

Hosea Handoyo I was born in Bandung where I graduated from SMA Taruna Bakti. I headed toAfter obtaining my Bachelor of Life Sciences (Ba./ing.) with cum laude from HAN University of Applied Sciences, Nijmegen, The Netherlands in 2008, I received the prestigious Boehringer-Ingelheim Fonds research fellowship which allowed me to get hold of intense scientific experience and research commercialization. Besides my research, I am active in many organisations related to science and social policies ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • seeon

    ah jelek karya tulisnya gak penting

  • http://friendster henki

    mengapa kalau belajar kimia tu agak pusing?

  • lordofthelor

    duh nyasar ke blog org nih, tp pengen komen:
    “molekul CCC=C” bukan “1,3-butadiene, homopolymer”

    “molekul CCC=C” tuh “butene”
    klo “1,3-butadiene” tuh “C=C-C=C”, ikatan rangkapnya ada 2, di posisi karbon 1 dan karbon 3

    Dalam konteks diatas mungkin yg dimaksud adalah polimer yg dibuat dari monomer (molekul kecil) 1,3-butadiene. Setiap monomer disambung dengan monomer lainnya membentuk polimer, jumlah monomernya bisa puluhan, ratusan, atau jutaan malah.
    Tapi dalam pembentukannya, ikatan rangkap di posisi 1 jadi hilang, makanya sisanya adalah @-C-C-C=C
    dimana simbol @ adalah monomer2 yg lain.

    Semoga tidak pusing, hahaha