NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Fakta Seputar Kecoak

Kecoak mungkin kelihatan menjijikkan di dapur anda, sudah menjadi kesalahanpahaman umum bahwa kecoak adalah pembawa penyakit.

Para ilmuwan menyatakan hanya 1 persen dari keseluruhan spesis kecoak yang membawa penyakit.
Fakta ini dan beberapa keterangan sangat terperincin mengenai kelompok serangga yang biasa disebut Blattodea ini sekarang dapat dibaca di database kecoak online pertama di dunia, diluncurkan oleh Natural History Museum , London.

Sebagian yang dapat diungkap dari file online spesis Blattodea, adalah:

  • Terberat: Kecoak rhinoceros Australia, dengan berat 1 ounce (30 gram) atau sama dengan 3 ekor burung berkicau dewasa yang biasa disebut blue tits .

  • Terkecil: Fungicola Attaphila Amerika Utara, panjangnya sekitar 3 milimeter atau sedikit lebih panjang dari seekor semut merah, hidup di sela-sela sarang semut daun.

  • Paling berisik: Kecoak Madagascar.

George Beccaloni, seorang pakar kecoak di Natural History Museum, menyusun database tersebut dari 1.224 halaman katalog yang dibuat Karlis Princis, diterbitkan dalam 8 seri antara 1862 sampai 1971.

“Kecoak adalah kelopok serangga yang sangat menakjubkan”, ungkap Beccaloni. “Ada sekitar 4.500 spesis yang telah dideskripsikan”, namun kemungkinan sekitar dua atau tiga kalinya belum ditemukan atau dideskripsikan.

Kecoak banyak diberitakan buruk, dan banyak kesalahan informasi di dalamnya.

“Banyak orang mengira bahwa kecoak adalah satu-satunya makhluk yang dapat bertahan dalam perang nuklir. Itu tidak sepenuhnya benar”, ungkap Beccaloni. “Sebenernya mereka lebih bisa bertahan hidup dari manusia namun lebih lemah dari beberapa jenis serangga lainnya”.

Meskipun menurut beberapa ilmuan lainnya, paparan langsung nuklir juga bisa memusnahan seekor kecoak. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kecoak memang susah matinya. Penelitian membuktikan bahwa kecoak masih bisa hidup beberapa hari setelah dipenggal kepalanya. Dan jika saatnya tepat, kecoak-kecoak yang masih berkepala dapat hidup dengan hanya memakan lem atau sesamanya.

Jadi mau memulai perang nuklir? Dunia bisa jadi berisi kecoak dan kawan-kawan serangga lainnya saja dong.

Dikutip dan diterjemahkan dari livescience.com

 

 Tentang Penulis:

Syariful Anwar Lebih dikenal di dunia cyber sebagai logC atau NightCrew. Terjun ke dunia cyber khususnya cyber underground sejak pertama kali mengenal teknologi jaringan pada usianya yang sangat belia. Mempelajari secara autodidak dan aktif dari berbagai komunitas pemerhati topik-topik keamanan sistem dan jaringan di internet. Pernah menjadi anggota, memimpin dan ikut mengembangkan komunitas Kecoak Elektronik Indonesia. Pengurus di IlmuKomputer.Com dan instruktur di Brainmatics.Com. Memiliki profesi tetap ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • imas halimatus s

    bagus bisa menjawab pertanyaan seputar sains yang masih bingung