NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
chemistry
  • Can't retrieve RSS Feed
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Mari Bereksperimen dengan Laut Mati Buatan

Mengapa disebut Laut Mati? Apakah laut pernah hidup? Jangan salah, kita juga bisa membuat eksperimen sederhana Laut Mati di rumah untuk menjelaskan ke adik-adik kita.

Laut Mati alias Dead Sea adalah danau yang membujur di daerah antara Israel, Daerah Otoritas Palestina dan Yordania. Di 417,5 m di bawah permukaan laut, merupakan titik terendah di permukaan bumi.

Banyak cerita, dari yang pernah ke sana. Apabila kita berenang di sana, kita tidak akan tenggelam. Sebaliknya kita akan mengambang, bahkan mengapung. Fenomena yg menarik bukan? Mari kita selidiki dan telaah secara ilmiah.

Berikut ini eksperiman sederhana, bisa dicoba di rumah:

  • Ambil mangkuk ukuran sedang, isi penuh dengan air.
  • Ambil dan masukkan telur ke dalam mangkuk. Akan terlihat telur tenggelam. Angkat lagi telur dari dalam mangkuk.
  • Tambahkan dua sendok garam, masukkan ke dalam mangkuk. Aduk hingga garam larut secara merata.
  • Masukkan lagi telur ke dalam mangkuk. Telur akan mengambang.

Pertanyaannya, mengapa hal ini bisa terjadi?
Perhatikan dua rumus berikut
1. massa jenis (rho) = massa (m) / volume (v)
2. berat (W) = massa (m) * percepatan gravitasi (g)

Pada saat kita menambahkan garam ke dalam air di mangkuk, itu artinya kita menambahkan sejumlah massa ke dalam air. Pada saat garam larut di dalam air, massa jenis air sekarang menjadi lebih besar daripada keadaannya semula, karena volume airnya tetap.

Selain itu, penambahan garam juga berarti mengubah berat air.Penambahan garam ke dalam air di mangkuk tidak mengubah berat telur. Itu artinya massa telur tetap, sehingga itu berarti berat telur tidak berubah.

Apabila semakin banyak garam yang kita masukkan ke dalam gelas, massa jenis air menjadi semakin besar. Densitasnya semakin besar, begitu pun beratnya. Apa akibatnya? Air bergaram ini membuat kondisi air semakin berat dan tenggelam. Kondisi inilah yang mengakibatkan sang telur terdorong kian ke atas, terus ke atas dan akhirnya mengapung. Tak hanya mengambang.

Nah penjelasan di atas juga berlaku untuk Laut Mati dan fenomena sejenis. Ini artinya konsentrasi garam di Laut Mati sangatlah besar, sehingga membuat benda apapun yang ada dicemplungkan akan mengambang.

 

 Tentang Penulis:

Muhammad Fahmi Aulia Perkenalkan, saya adalah seorang laki-laki yang diberi nama Muhammad Fahmi Aulia oleh orang tua saya, setelah saya lahir di dunia pada tanggal 27 Mei 1975 di kota Malang. Dibesarkan di Bandung, usai lulus dari jurusan Fisika ITB. Saya memutuskan kerja di dunia IT. Dimulai dengan menjadi programmer (setengah hati), kini saya fokus menjadi Project Manager di sebuah perusahaan IT di daerah blok S (Kebayoran ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • romie

    apakah gula dpt menggantikan garam sebagai massa?? kan gula juga menambah massa air??

  • http://pltnforpeace.wordpress.com Kalau garamnya KEBANYAKAN

    Nah…, kalau garamnya terus menerus ditambah…: maka akan seperti menambah butir2 pasir… :).

    Jadi, NANTInya mangkok akan terisi garam SEMUA… Kalau di SMA ini disebut dengan Limit untuk x mendekati tak terhingga…