NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

RNAi, Penjinak Gen Liar Penyebab Flu Burung

Heboh flu burung sampai sekarang masih menjadi momoh tersendiri. Tak heran, sebab memang virusnya cukup mematikan. Ada prosedur kimia yang mampu dikembangkan menjadi terapi pemerang penyakit berbahaya tersebut. Dalam dunia medis dikenal dengan nama RNAi.

RNAi merupakan singkatan dari RNA Interference atau dikenal juga sebagai post transcriptional gene silencing dan transgene silencing. RNAi merupakan mekanisme alam di dalam sel untuk mengatur dan menghentikan ekspresi gen (melalui proteinnya) secara spesifik. RNAi baru dikembangkan untuk keperluan klinis sejak 1998 walaupun sudah mulai ditemukan dari tahun 1990 dalam penelitian tumbuhan petunia hasil kerjasama Amerika-Belanda (Napoli et al. and Stuitje et al., 1990).

Gen Liar

Perkembangannya ke dunia medis cukup berkembang mengingat banyak penyakit disebabkan oleh aktivitas spesifik gen yang “liar”. Aktivitas gen-gen yang liar itu bisa disebabkan oleh mutasi ataupun infeksi virus seperti kanker (PTEN), HIV, hingga flu. Melalui RNAi, gen-gen tersebut dapat dengan relatif mudah dikendalikan walaupun tidak sepenuhnya 100% berhasil mengingat kondisi sel tiap-tiap orang berbeda-beda.

Pada dasarnya, RNAi di alam menstimulasi sel untuk menhancurkan RNA dari gen asing atau termutasi dengan diawali oleh induksi RNA untai ganda kecil (RNA double stranded – dsRNA) yang dihasilkan sel itu sendiri. Di dalam praktek terapi, RNAi diinduksi oleh dsRNA sintesis yang disebut ‘small interfering RNA’ (siRNA). Kehadiran siRNA ini akan mengikat RNA asli membuat enzim Ribozyme, penghancur RNA asing, menghancurkan RNA asli yang seharusnya “diterjemahkan” menjadi protein. Sifatnya yang spesifik membuat terapi RNAi tergolong aman untuk diterapkan. Melalui RNAi pula, resistensi virus terhadap obat-obatan dapat dihambat. Sayangnya, terapi ini masih sangat tergolong mahal.

Novartis dan Alnylam, dua perusahaan farmasi besar di dunia, pada Februari 2006 mengumumkan bahwa mereka akan mengembangkan terapi RNAi untuk pandemik flu seperti flu burung yang sedang merebak akhir-akhir ini. RNAi diterapkan pada untaian RNA dari gen yang disusupi oleh DNA virus. Novartis dan Alnylam keduanya tampak optimis mampu membuat siRNA dari setiap macam jenis virus yang menyebabkan flu burung khususnya H5N1. Diharapkan melalui terapi ini, pandemik flu burung dapat ditekan.

Kredit foto:miskah.com/2007/05/

Referensi:

  • Napoli C, Lemieux C, and Jorgensen R. (1990) Introduction of a chalcone synthase gene into Petunia results in reversible co-suppression of homologous genes in trans. Plant Cell 2: 279-289.
  • Couzin J (2002) Breakthrough of the year: Small RNAs make big splash. Science 298: 2296–2297.
  • Medical News Team. “Novartis And Alnylam Announce New Collaboration To Develop RNAi Therapeutics For Pandemic Flu”. Medical News Today. 27 February 2006. 27 February 2006. < http://www.medicalnewstoday.com/medicalnews.php?newsid=38420&nfid=rssfeeds>
 

 Tentang Penulis:

Hosea Handoyo I was born in Bandung where I graduated from SMA Taruna Bakti. I headed toAfter obtaining my Bachelor of Life Sciences (Ba./ing.) with cum laude from HAN University of Applied Sciences, Nijmegen, The Netherlands in 2008, I received the prestigious Boehringer-Ingelheim Fonds research fellowship which allowed me to get hold of intense scientific experience and research commercialization. Besides my research, I am active in many organisations related to science and social policies ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • http://- edi susanto

    saya calon seorang guru biologi, membutuhkan materi pengayaan yang berkualitas dan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini, sekiranya bapak bisa membantu mengirimkannya ke e-mail saya diatas.Terimakasih atas bantunnya.wassalam

  • http://atmonadi.com atmonadi

    Yang saya masih bingung, kenapa penyakit flu burung ini kemunculannya acak ya?

  • umi

    cukup singkat, padat, tapi 5f, kurang jelas

  • miftahul jannah

    ibu saya seorang dokter
    mungkin bisa membantu ibu saya untuk menyembuhkan thenks verry much