NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Anak Indonesia Kembali Jawara Fisika dan Kimia

Kembali, siswa Indonesia unjuk gigi di ajang dunia. Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) sukses menggondol 2 emas, 2 perak, dan 1 di Olimpiade Fisika Dunia alias International Physics Olympiad (IPhO) yang berlangsung di Hanoi, Vietnam. Kevin Winata (SMAK I Penabur Jakarta) dan Rudy Handoko Tanin (SMA Sutomo 1, Medan), medali perak didapat Adam Badra Cahaya (SMAN 1, Jember) dan Thomas A Nugraha (SMAN 78, Jakarta), serta medali perunggu diraih Tyas Kosasih (SMA Taruna Nusantara, Magelang).

Situs resmi IPhO melansir pemenang absolut dipegang China atas nama Longzhi Tan. Ia juga menempati posisi sebagai pemegang skor tertinggi dalam teori. Skor tertinggi dalam eksperimen dipegang oleh Yi-Shu Wei dari Taiwan. Sedangkan kompetitor peremnpuan terbaik adalah Andrada Lanus dari Romania yang meraih medali perak.

Langganan

Kabar gembira lain juga datang dari Olimpiade Kimia Dunia International Chemistry Olimpiad (IChO) ke-40 di Budapest, Hungaria pekan silam . Alumnus SMA St Louis 1 Surabaya Vincentius Jeremy Suhardi, 17, berhasil meraih medali perak di ajang tersebut. Total peserta IChO di Hungaria ini 265 orang dari 70 negara.

Siswa Indonesia memang sudah langganan juara sains internasional. Namun masih menjadi misteri, mengapa perkambangan sains Indonesia masih sangat tertinggal?
[poll id="1"]


Referensi:www.ipho2008.hnue.edu.vn, www.icho.hu, kompas.com, surya.co.id.
foto: www.ipho2008.hnue.edu.vn

 

 Tentang Penulis:

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • http://www.chem-is-try.org Soetrisno

    Tim Olimpiade Kimia Dunia International Chemistry Olimpiad (IChO) Indonesia juga mengukir prestasi yang menggembirakan.
    Selain, Vincentius Jeremy Suhardi (Perak), Kelvin Anggara memperoleh Emas dan Ariana Dwi Candra (Perunggu).

    Ini bukti kalau prestasi siswa-siswa Indonesia ternyata mampu disejajarkan dengan bangsa-bangsa maju lainnya. Pemerintah, Lembaga Penelitian atau Pendidikan harus lebih “peduli” untuk menggarap SDM ini kelak untuk jadi tulang punggung bangsa.

  • http://jalanasik.com/ Leo

    Bagusssss….

  • TIARA

    ah olimpiade sains… cuma mencari prestise … terlalu banyak hal munafik yang isinya duit di balik segala permainan olimpiade itu.

  • http://www.chem-is-try.org Soetrisno

    @ Tiara : Saya rasa olimpiade sains itu tidak lebih prestise daripada indonesian idol :) tidak ada permainan sms, tidak ada sponsorship dari perusahaan-perusahaan, tidak ada koneksi, etc. artinya siswa yang berangkat mewakili negaranya bukan siswa orang berada, atau anak pejabat tetapi siswa yang benar-benar berpotensi di bidang sains tersebut. Kalau persiapan penjaringan olimpiade itu membutuhkan uang, itu hal yang wajar karena untuk masuk universitas saja kita harus bayar uang ujian, uang masuk etc yang jauh lebih banyak lagi.

    Dukung terus yah … anak-anak bangsa ;)

  • Bayu Yudistira

    SDM dr Indonesia gak kalah dengan SDM dr negara2 maju laennya. Buktinya banyak orang2 hebat di luar negeri(di luar wilayah Indonesia) yg namanya udah bisa disejajarkan dengan orang2 hebat dr negara laennya. saya kenal disini, dijepang, banyak orang2 indonesia yg jago2 di bidangnya masing2. Cuman kenapa yah ketika orang yg di luar negeri namanya bercahaya, ketika kembali ke indonesia banyak yg jadi meredup. apa lingkungan diindonesia kurang mendukung untuk melakukan research? maksud saya mengenai dana reearch. mungkin kalo object research diindonesia lumayan banyak yang masih bisa digali dan di perkenalkan ke dunia internasional.
    Coba aja yah lingkungan dunia penelitian indonesia seperti dijepang ini. dari dana lah, or fasilitas di setiap universitas dll, pasti banyak para researcher yg sekarang `mendem` di luar negeri pada balik ke tanah air tercinta. siapa coba yg gak mau bisa ngerjain research plus dekat dengan keluarga n teman2 tercinta.

    anyway, seneng denger prestasi teman2 di olimpiade fisika. salute!
    terus yg indonesian idol juga saya pikir ambil positif nya aja. mari berlomba-lomba jadi the professional di bidangnya masing2. jgn saling menyalahkan. yg penting jgn jadi the professional dlm kejahatan :)
    GANBARIMASYOU NE!

  • DIAH

    good job 4 u!!!

  • dopamine

    Negara kita butuh ahli fisika terapan, buatkan efek physics di pemrograman grafis atau photon emit via komputer.

    artikel yang membosankan. lewat…..

  • muhammad syafii

    Dengan berhasilnya anak-anak indcnesia dalam olimpiade fisika dan kimia menunjukann bahwa anak indomesia tidak kalah saing dengan anak-anak dari negara maju lainnya. tinggal peran perintah dalam menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung agar anak indonesia dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.@Tiara jangan mengklaim bahwa ada permainan dalam olipiade tersebut ini menujukan bahwa kita tidak menyadari bahwa kita bisa.

  • izza

    100000000000jempol bwt pemenang olim yang udah mengharumkan nama INDONESIA di kancah internasional….tp bagi-bagi resepnya dong mas biar otaknya bisa briliant seperti sampeyan !!! hehehe…………HIDUP INDONESIA.

  • Jaki Umam

    kalau cuma ngisi soal saja tidak cukup, generasi indonesia harus punya inovasi, misalnya dengan merangkai Mekanika baru selain mekanika yang sudah ada. Olimpiade2 spt itu cuma cepet2an dan bener2n ngisi soal.

    • Bayu

      Anda salah mas, saya pernah ikutan juga Olimpiade seperti ini hanya beda bidang dengan mereka. Olimpiade ini bukan seperti cerdas cermat, cepet2an dan bener2an seperti yang anda bilang. Soal yang yang diberi bener2 membuat otak, logika, bahkan kalau perlu “feeling” pun dipakai. Saya pernah 10 tahun yang lalu mengunjungi pelatihan mereka dulu di karawachi (untuk tim fisika). Soal2 latihan selevel untuk program doctoral/master seperti yang saya kerjakan sekarang. Bayangkan saja anak seumur segitu mengerjakan soal yang tingkat kesulitannya tinggi. Tentunya jika anak anda yang begitu, pasti bangga kan?.

  • http://jakiumam.blogspot.com Jaki Umam

    Hebat….!!!

  • Andar

    hanya orang bodoh yang berkomentar tanpa berpikir dan mengetahui bagaimana proses olimpiade sains. Kalo kalian dulu disekolah rajin pasti kalian pun dapat mengikuti ajang ini. Sungguh tidak ada hal negatif, tidak hanya sekedar menyelesaikan soal, tapi juga melakukan eksperimen, dan berlatih dengan logika mencari inovasi baru dalam dunia sains. Jangan pernah merendahkan kompetisi, karena didunia ini pola pikir manusia bisa berkembang dengan positif karena ada kompetisi yang positif seperti halnya olimpiade sains.

  • http://menote-journey.blogspot.com titi

    Andai saja , ilmuwan,industri dan pemerintah bekerja sama saling mendukung. Indonesia pasti sangat maju. banyak yang pinterrrrrr sich.

  • lovdealova

    saya ikut nimbrung mazz..!
    ni bs buat renungan pemerintah..
    krn gak ada biaya buat nerusin sekolah,sya stop skul sampe smp doang.!!
    temen saya, sekolah sampe kuliah, dia ambil jurusan tehnik mesin. setelah lulus, temenku cr krj di bidang yg dia pelajari. setelah kesana kemari gak ada satupun pabrik yg nerima dia, krn banyak syarat yg di ajukan. akhirnya, sarjana dia jd pajangan,dia skrg krj jd pedagang. ilmu mesin yg dia pelajari, hilang bahkan lupa, krna gak kepake.
    krn saya lulusan smp, terpaksa jd TKI mazz… saya krj di pabrik angeneering.. waktu daftar, boss gak tanya neko-neko. yang penting saya mau krj dgn rajin. masalh pengalaman bs nusul. dan sekarang mazz.. alhamdulillah sy bs krj sebagai surfec grinding engener. bagian yg temenku sekolah dulu. saya bs menguasai mastercam, cnc milling.

    inti dr cerita saya…
    indonesia, banyak org2 pinter. tp di lapangan prakteknya gak ada. mo daftar krj aja.. yg di tanya pengalaman. yaaa mana ada pengalaman, kerja aja belom.!!!???

  • lovdealova

    gua gak heran dech.. mo juara fisika kek, juara matematik kek. paling2 cm jd sejarah prestasi doang.! sebelum pemerintah, gak ngukum gantung org2 yg korup, indonesia gak bakal bs nyiptain pesawat luar angkasa, buat nyelameten warganya, cari pelanet selain bumi. buat di tempatin sebelum ancur ky di cerita WALL E.2012,knowing dll… heee…he…

  • http://amriawan.blogspot.com/ Setiawan Dirgantara

    Siswa yang berprestasi seperti ini harus diperhatikan, jangan sampai nantinya eksodus keluar negeri.

  • http://amriawan.blogspot.com/ Setiawan Dirgantara

    Siswa yang berprestasi seperti ini harus diperhatikan, jangan sampai nantinya eksodus keluar negeri.