Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook

Disini juga numpang iklan, yah. Buat biaya server :)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 suara, nilai: 5.00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Pria Gay Lebih Mudah Terstimulasi Foto Seksual

Tiga dekade riset terhadap stimulasi seksual pria telah menunjukkan pola orientasi seksual yang jelas. Pria gay lebih mudah terstimulasi secara seksual terhadap foto pria dan pria heteroseksual terhadap foto perempuan. Dengan kata lain, pola stimulasi seksual pria seakan sudah jelas.

Namun penemuan dari riset Northwestern University telah memperluas riset terbatas pada seksualitas perempuan dengan adanya penemuan berbeda terkait dengan stimulasi seksual perempuan. Sangat berbeda dengan pria, baik perempuan lesbian dan heteroseksual cenderung terstimulasi secara seksual oleh stimulasi erotik pria dan perempuan, oleh karena itu memiliki pola stimulasi biseksual. “Temuan ini mewakili perbedaan mendasar antara otak pria dan perempuan, dan memiliki implikasi penting untuk memahami perbedaan pengembangan orientasi seksual antara pria dan perempuan”, demikian kata J. Michael Bailey, Profesor Psikologi pada Northwestern dan peneliti senior pada riset “ Perbedaan seks pada spesifisitas stimulasi seksual.” Riset ini telah diterbitkan pada journal of Psychological Science. Fokus utama Riset Bailey adalah genetika dan pengaruh lingkungan pada orientasi seksual, dan dia adalah salah satu peneliti kunci pada riset yang sering diacu mengenai adanya pengaruh genetika pada homoseksualitas pria.

Orientasi Seksual

Seperti pada banyak kajian mengenai seksualitas, riset terhadap pola stimulasi seksual perempuan jauh tertinggal dibanding pada pria, namun riset mutakhir pada subjek tersebut telah memberi petunjuk, bahwa dibandingkan dengan pria, pola stimulasi seksual perempuan ternyata tidak terlalu berhubungan dengan orientasi seksual mereka. Riset dari Northwestern membuktikan bahwa hal ini benar. Peneliti Northwestern mengukur stimulasi seksual secara psikologis dan fisiologis/faal pada pria dan perempuan homoseksual dan heteroseksual, selama mereka menonton film erotik. Ada tiga tipe film erotik: Melibatkan hanya pria, Melibatkan hanya perempuan, dan melibatkan kedua jenis kelamin. Sama dengan riset sebelumnya, peneliti menemukan bahwa respon pria konsisten dengan orientasi seksual. Sebagai kontras, baik perempuan homoseksual dan heteroseksual menunjukkan pola biseksual secara psikologis dan juga secara stimulasi genital. Faktanya, perempuan heteroseksual mengalami stimulasi seksual dengan menonton stimulasi erotik perempuan, sama halnya dengan menonton stimulasi erotik pria, walaupun mereka lebih suka berhubungan seks dengan pria daripada dengan perempuan.

“Faktanya, mayoritas mutlak perempuan pada masyarakat barat kontemporer hanya berhubungan seks secara eksklusif dengan pria.” kata Meredith Chivers, Kandidat doktor Psikologi klinis pada Northwestern University, Intern psikologi pada Centre for Addiction and Mental Health dan pengarang pertama pada riset. “ Namun saya sudah lama mencurigai bahwa seksualitas perempuan sangat berbeda dengan pria, dan riset ini menunjukkan bahwa memang secara saintifik demikian.” Menurut Chivers, Hasil riset ini menunjukkan bahwa seksualitas perempuan cenderung memiliki fleksibilitas lebih tinggi daripada pria dia area lain diluar orientasi seksual. “Jika dikumpulkan bersama, hasil ini menunjukkan bahwa seksualitas perempuan berbeda dengan pria, dan diperlukannya model pengembangan dan organisasi dari seksualitas perempuan secara independen dari model seksualitas pria.” Demikian kata dia.

Alasan Berbeda

Riset ini melibatkan empat pengarang, termasuk Bailey dan tiga mahasiswa pasca sarjana di departemen psikologi Northwester, Chivers, Gerulf Rieger dan Elizabeth Latty. “ Sebagian besar perempuan seperti bisa mengalami stimulasi seksual dari kedua jenis keamin. Mengapa mereka memilih satu dari yang lain?”. Tanya Bailey. “Mungkin karena alasan lain dari stimulasi seksual.” Sejak awal 1960an pria homoseksual dan heteroseksual menunjukkan respon secara spesifik terhadap stimulasi seksual dari pria dan perempuan. Film yang meprovokasi respons seksual terbesar, dan film dari pria berhubungan seksual dengan pria, atau perempuan berhubungan seks dengan perempuan memprovokasi perbedaan terbesar antara pria homoseksual dan heteroseksual. Menonton hubungan seks heteroseksual dapat menarik pada pria homoseksual dan heteroseksual, namun dengan alasan berbeda.

Biasanya, pria mengalami stimulasi genital dan psikologis ketika mereka menonton film yang sesuai dengan orientasi seksual mereka, namun tidak demikian jika berbeda orientasi seksual. Pola spesifik pria terhadap stimulasi seksual adalah fakta yang sangat jelas, bahwa stimulasi genital dapat digunakan untuk mengevaluasi preferensi seksual pria. Bahkan pria gay yang menolak homoseksualitas mereka akan lebih terstimulasi secara seksual dengan stimuli pria daripada stimuli perempuan. “ Fakta bahwa pola stimulasi seksual perempuan yang tidak bisa diprediksi dari orientasi seksual menunjukkan bahwa pria dan perempuan memiliki pikiran dan otak yang sangat berbeda.” Demikian kata Bailey.

Diterjemahkan secara bebas dari:

http://www.sciencedaily.com/releases/2003/06/030613075252.htm

Foto: liberalserving.typepad.com

 

 Tentang Penulis:

Arli Aditya Parikesit Penulis adalah alumni program Phd bidang Bioinformatika dari Universitas Leipzig, Jerman. Ia bisa dihubungi di akun twitter: @arli_par . Membantu penelitian di Laboratorium Bioinformatika, FMIPA-UI pun masih dilakukannya ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • girl

    1th ni LDR membuatq tdk mengenal jauh coQ, tp terxt Allah memberi jwbn kebimbanganq krn slm jln dg coQ, sikapx dia yg terkesan cuek n dingin slm ni, membuat aq bertnx2, finally, aq tau terxt coq gay (MENCARI INFO SENDIRI YG AKURAT) …, mgkn itu yg buat dia kdg terdiam n ‘berpikir keras, tdk bs ju2r dgQ, padahal keluarga kita dah ngmgin ttg hub. Yg lbh serius lg,..
    Bgmana aq memulai perbincangan dr hati ke hati?? Aq ingn tau mengapa dia sprt itu, n aq ingn tau apa dia mau brubah, setdkx insyaALLAH aq kan berusaha membantux, Bukankah mereka perlu dsayangi scr tulus.. Tp apa yg aku lakukan akan sia2 jika tdk ada niat brubah dr coq, mhn bantuanx :)

  • suwanto

    kita juga ga mau jd gay..selama kita menggangu orng lain.

  • Putri

    *NUMPANG LEWAT
    Hey Para kaum Pria.. Apakah pasang sering mengeluh atau Anda merasa kurang berstamina bila dekat pasangan… GAMPANG!
    Semua bisa kamu dapatkan via handphone kamu,
    tips2 dan treament2
    untuk membantu semua masalah kamu yg bs kamu lakuin di rumah. Caranya
    ketik REG BUGAR kirim ke 9789(khusus Telkomse yach) Jadi silakan mencoba…

  • Zodiac_gun89

    apa benar gay sebuah pilihan?

  • http://pulse.yahoo.com/_GKWDZRYMPTUYAX6YO2AAZPQCP4 Vat Astava

    to Hady
    tanya psikiater mungkin yah…? jangan lupa berdoa mnta pd yang kuasa…?semoga berhasil saudaraku…

  • http://www.facebook.com/ayep.iv Yepz Ayepz

    aneh…………

  • http://pulse.yahoo.com/_2BHPHWV6US6V7JA7G27MMGPQKY Paling Ganteng

    Sy akui Sy jug gay yg saya rasakan sejak kecil, klw dr buku kuliah yg bnyk Sy baca mungkin Sy disebebkan krn faktor kel.yg terlalu protektif,& pernah  beberapa kali saat Sy kecil,sering mandi diajak bareng sm pria dewasa dmn pria2 tsb. normal. Saat kelas 6SD Sy pernah dicium teman pria dan terasa/kangen ingin terualang lagi.
    Sampai sekarang Sy belum pernah menjalin dg seorang pria pun,hanya pernah mencintai suami orang yg akhirnya hanya bertepuk sebelah tangan. Namun dg wanita Sy sering mencoba,bahkan sampai pernah maksain dtg ke orangtuanya mau langsung menikah. Tapi semua Sy urungkan krn sekali lagi hasrat dg wanita sesungguhnya Sy hampir tidak ada.
    Kadang Sy merenung sampai kapan ini,kadang Sy menikmati saja,Sy tidak bisa seperti ini terus.Kadang sedih jika Sy melihat mereka yang bisa mencintai wanita,seperti halnya Saya yg masih selalu mencintai pria, meskipun terus berusaha …walau nihil hasilnya.
    Tolong lah Saya teman-teman, please……

  • http://profile.yahoo.com/SM346KPA7CK6FLUYIFOBPZFFWI Iful

    ak anak seorang ustad, perawakan ku agak kurus, kulit putih, gak terlalu maskulin. sejak kecil tingkah laku ku berbeda sama anak cwo kebanyakan. ak suka main boneka kertas, masak2an dan permainan anak cwe lainnya. sdangkan permainan anak cwo gak terlalu sk dan bisa. semakin dewasa kira2 smp sifat lemah lembutku masih tetap ada. ak benci olahraga fisik. kadang ak merasa minder karena gak bisa olahraga. ketika beranjak SMA barulah ak tau tentang situs porno dan gay. di situ ak baru sadar ternyata ak lebih suka terhadap sesama jenis. ketika lulus SMA dan bekerja barulah aku nekat ketemu sesama jenis dan melakukan kissing. tp sampai saat ini ak gak pernah berani melakukan anal dan di anal. karena ak menyadari bahwa itu dosa. sekarang ini ak sadar bahwa menyukai sesama jenis itu bukan cinta tetapi nafsu karena setelah berhubungan intim ak pasti merasa menyesal dan takut. memang susah sekali untuk tidak tergoda, tp ak berusaha untuk menjauhi pemicu nya. karena nafsu timbul karena ada pemicu nya. yaitu sering liat film porno, tidak pernah ibadah, dll. maka dari itu untuk meredam hawa nafsu ini ak berusaha untuk menjauh dari hal2 yg dapat memicu nafsu sesama jenis ku. jangan punya fb khusus anak2 gay, jangan tonton film gay atau porno lainnya, rajinlah sholat, bergaul dengan teman yang soleh, dan menikahlah dengan istri yang sholehah..

  • meidan

    Laki-laki dan perempuan memang berbeda, sejak dari diciptakan. Termasuk dalam hal seksualitas. Masih harus dibuktikan lewat penelitian juga ya? Herman..eh..heran deh.