NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Brainiacs: Homoseksual vs Heteroseksual

Tidak terasa sudah setahun yang lalu saya menulis di Netsains mengenai homoseksualitas. Kali ini memperingati ‘Gay Pride Amsterdam 2008’ yang berakhir hari Minggu lalu, saya tertarik untuk meng-update kembali topik ini.

Minggu lalu, Arli membahas tentang hubungan rangsangan seksual dan otak kaum gay. Kini. Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) journal yang bergengsi baru-baru ini mempublikasikan hasil riset ilmuwan Swedia dari Karolinska Institute, institut Nobel, yang memaparkan bahwa menjadi seorang gay atau lesbian sangat dipengaruhi oleh faktor biologis. Otak seorang laki-laki gay dan perempuan heteroseksual memiliki ukuran yang hampir sama sedangkan perempuan lesbian dan laki-laki heteroseksual memiliki ukuran otak bagian kanan lebih besar.

Pola Pikir

Para ilmuwan tersebut juga mendukung observasi masyarakat umum bahwa terdapat perbedaan pola pikir dan intelegensia dari setiap orientasi seksual. Ini dapat dijelaskan dari bagaimana otak mengatur memori dan perilaku seseorang. Dr. Qazi Rahman dari Queen Mary, University of London malah dengan ekstrim mengemukakan bila seseorang adalah homoseks, dia memang terlahir untuk menjadi homoseks.

Dengan memindai 90 orang heteroseksual dan homoseksual, diperoleh data bahwa amygdala, bagian otak yang mengatur emosi (termasuk respon hormonal) seseorang berbeda-beda. Seorang laki-laki gay memiliki amygdala yang mirip dengan perempuan heteroseksual dan perempuan lesbian memiliki amygdala yang mirip dengan laki-laki ‘straight’ alias heteroseksual. Sayangnya mereka tidak membahas kaum biseksual.

Disarikan dari: http://news.bbc.co.uk/1/hi/health/7456588.stm

 

 Tentang Penulis:

Hosea Handoyo I was born in Bandung where I graduated from SMA Taruna Bakti. I headed toAfter obtaining my Bachelor of Life Sciences (Ba./ing.) with cum laude from HAN University of Applied Sciences, Nijmegen, The Netherlands in 2008, I received the prestigious Boehringer-Ingelheim Fonds research fellowship which allowed me to get hold of intense scientific experience and research commercialization. Besides my research, I am active in many organisations related to science and social policies ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • http://bioarli.page.tl/ Arli

    Week end lalu, saya pergi ke Berlin untuk bertemu teman disana. Kami menginap di hotel murah. Disana, ternyata dibagikan majalah kaum gay gratis. Sekarang majalah tersebut masih ada di tangan saya :-). Walau tidak seekspresif di Amsterdam, di Berlin ternyata komunitas gay juga aktif. Aktifitas kaum gay hanya dalam hitungan sekian ratus meter dari hotel, mungkin lebih dekat. Malah…ada gosip kalau walikota Berlin adalah gay. Di Eropa, homoseksualitas adalah fakta yang tidak bisa ditolak.

  • http://www.yahoo.com tiara

    slam knal tmn2 smua…
    sy mhsiswi psikologi…
    sdg pnelitian skripsi ttg homoseksual…
    klo ada info ttg homoseksual khususnya gay,,
    kabarin saya yah…
    di titacipit [at] yahoo [dot] com

  • jack swall

    wahai engkau orang yang seharusnya berakal dan berbudi, kembalilah ke jalan yang benar dan jangan lah kau ikuti bisikan setan yang mengacaukan pikiranmu…
    lagian kan cewek juga masih nyam nyam..

  • if i were a straight

    buat jack swall,,Boz!kalu lu berada di pihak kami para “penderita”,,lu bakal rasain siksaannya,kita juga sebenarnya pengen,suka sama yang namanya cewek,cuman…gak da rasa aja.mo gmn coba????
    “wahai engkau orang yang seharusnya berakal dan berbudi, kembalilah ke jalan yang benar dan jangan lah kau ikuti bisikan setan yang mengacaukan pikiranmu…”
    beuh…..coba tudingkan hal itu kepada diri lo sendiri. no body’s perfect. Semuanya mari kita kembalikan kepada penilaian Allah SWT..
    ok bro!

    satu lagi buat yang baca,,jangan anggap semua orang yg memiliki “rasa”homoseksualnya “MAU” menyalurkan hal tsb.. ^_^

    • ayu

      yang jadi masalahnya pakah kita mau merubah semua itu atau tidak bozzz
      ajaran apapun mungkin menolak homoseksual,pa prnah dengar, baca ttg ajaran yang memperbolehkan hal tu?
      tuhan ja ciptain adam n hawa,bukan adam yang kedua
      pasti hal tu terjadi pada kaum homoseksual karena brbagai faktor, mungkin kekecewaan waktu menjalin hub yg straight, atau keluarga n pergaulan lo yang pastinya, lo udah tau gay or lesbi masa lo bgaul ama yg sma, kcau kan jdinya?
      banyak juga kok temen yg gw kenal klo mereka mau blik straight, mank sulit tapi pasti bisa, dia sholat (kbetulan muslim)n menemukan cow yang mau buat dia brubah
      so nothing is impossible.

  • http://www.hshandoyo.net Hosea

    Dear all,
    saya ingin sedikit menekankan bahwa apapun keyakinan Anda, say selaku penulis hanya ingin memaparkan fakta riset yang ada. Masalah Anda ingin menerimanya atau tidak kembali kepada diri Anda masing-masing. Bila seseorang mengangap seorang homoseksual adalah pendosa, silakan Anda berpendapat demikian tapi saya harap Anda tidak justru mengintimidasi kaum homoseksual. Biarlah Tuhan (bila Anda religious) yang menilainya. Sebagai umat yang beragama, siapakah kita hingga kita bisa menunjuk seseorang berdosa/tidak berada pada jalan yang benar? Seorang homoseksual belum tentu jauh lebih berdosa dibandingkan seorang heteroseksual. Janganlah kita saling menghakimi … Let’s learn together to accept diversity in this world :)

  • didit

    bener apa kata hati aja, jika prilaku kita menyimpang tidak usah menyalakan orang manapun dan termasuk tuhan, namun becermin pada diri sendiri siapa kita apa dirikita mungkin semua itu ada jawabanya amen

  • Harliza

    saya salah seorang pendidik dan penulis karya. Karya saya kali ini menyentuh tentang remaja yang mengalami kecelaruan identiti. Boleh tolong saya dapatkan istilah saintifik berkenaan topik tersebut. Terima kasih.