NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
chemistry
  • Can't retrieve RSS Feed
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Ilmuwan Temukan Gedung Teater Kuno Shakespeare

romeoKabar baik bagi penggemar William Shakespeare. Teater dimana “The Merchant of Venice” dan “Romeo and Juliet” memulai debutnya ditemukan puing-puingnya di timur London. Setidaknya demikian menurut tim arkeologi dari Museum of London. Mereka berusaha agar penggalian tidak merusak peninggalan bersejarah tersebut.

“Kami melakukan sejumlah riset dan menemukan dinding-dinding dengan angel itu, dan makin yakin dengan temuan kami,” jelas Jo Lyon, arkeolog senior Musem London seperti yang dilansir Associated Press.

Ukuran

Teater lain juga memiliki kesamaan kuno, dinding dengan angel dan bentuk poligon. Teater ini didirikan pada tahun 1576, sementara rombongan Shakespeare mulai lakukan pementasan tahun 1590-an. Perusahaan teater Shakespeare, Lord Chamberlain’s Men, diprediksi pindah ke teater ini di tahun yang sama.

Martin Wiggins dari Shakespeare Institute, University of Birmingham mengatakan bahwa ia sangat ingin tahu lebih banyak tentang arsitektur bangunan itu. Sebesar apa sesungguhnya, dibandingkan dengan gedung teater kuno lain seperti Rose dan Globe. Dengan memahami bentuk teater ini akan membantu para sejarawan sastra karya Shakespeare lebih memahami tentang kondisi zaman itu. “Ukuran teater akan berimbas pada bagaimana naskahnya dimainkan,” ujar Wiggins.

Diterjemahkan secara bebas dari Associated Press
Foto: Associated Press

 

 Tentang Penulis:

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • t_yH@ CuTez

    seLamat youwh….
    Pokok_e dtnggu penemuan selnjtnya

  • http://www.geogle risma

    i want teathre life forever in this world.. i love teathre………..

  • monic

    acyik… tapi napa ga diliatin gambarnya sich? kn jd pnasaran

  • http://firewalker.kamusilmiah.com Didik Wicaksono

    Waduh, maap gambarnya ketinggalan :D

  • emma

    waw,,, amazing bgt tu,,, sampe merinding ne badan bacana.. hebat benget para ilmuan itu y,,,