NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Kepemimpinan Indonesia Masa Depan: Perpaduan Timur dan Barat Gaya China

Indonesia mengalami krisis multidimensi sampai detik ini. Krisis tersebut mendera berbagai bidang, mulai dari ekonomi, politik, budaya, sains, kesehatan, dan kemanusiaan. Seakan tidak ada jalan keluar dari semua krisis tersebut. Adapun salah satu krisis yang paling nyata kita hadapi adalah krisis kepemimpinan.

Kita mengalami kegamangan dalam memilih tipe kepemimpinan yang tepat untuk negeri kita yang tercinta. Ada sebagian intelektual, yang menganjurkan ‘westernisasi’, yaitu secara total mengikuti gaya kepemimpinan Amerika Serikat atau Eropa. Ada juga sebagian yang merasa panik dengan gelombang globalisasi dan westernisasi, dan memilih berlindung di balik jubah primordialisme, entah berbasis agama, etnis, atau ras. Jaman sekarang, seakan-akan suri teladan dari founding father kita, yaitu Soekarno-Hatta, untuk memadukan timur dan barat seakan sudah dilupakan. Era globalisasi mengharuskan kita melakukan redefinisi mengenai makna kepemimpinan. Bukan bersandar pada romantisme masa lalu semata, namun juga bukan semata melakukan imitasi buta.

Kilas Balik Kepemimpinan Dunia

Soekarno-Hatta hidup di era, dimana terjadi kebangkitan ekonomi/politik Asia. Pada tahun 1904-1905, armada angkatan laut Jepang berhasil mengalahkan armada Rusia.Dalam pertempuran laut tersebut, armada Jepang menggunakan meriam dan kapal yang lebih berkualitas daripada milik Rusia. Kemudian, Pasukan Ottoman Turki berhasil mengalahkan Pasukan Inggris/Australia/Selandia Baru dalam pertempuran Gallipoli tahun 1916, setelah bertempur selama delapan bulan. Dalam pertempuran tersebut, Kemal Attaturk menjadi salah satu komandan lapangan yang berperan. Karena Inggris kalah dalam pertempuran tersebut, kepala staf angkatan laut Inggris, Sir Winston Churcill, mengundurkan diri.

Kemudian, dalam perang kemerdekaan Turki tahun 1922 yang dipimpin Attaturk, Pasukan Yunani dan sekutu berhasil diusir dari Turki. Fakta tersebut menyadarkan Soekarno-Hatta, bahwa sebenarnya Asia sejajar dengan eropa dalam semua segi. Fakta sejarah itulah yang menjadi bibit dari Nasionalisme Indonesia. Satu hal yang ditekankan dalam cerita ini, adalah para founding father kita menjadikan dinamika sosio-politik di Asia sebagai fondasi mereka dalam melakukan aktivitas politik melawan imperialisme.

Latar Belakang Kebangkitan Ekonomi dan Politik China

Namun jaman sudah berubah. Asia mengalami dinamika sosio-politik yang berbeda daripada masa sebelumnya. Setelah selama puluhan tahun Sosio-Ekonomi Asia didominasi oleh Jepang, akhirnya China bangkit sebagai superpower baru. Pada tahun 1960an, China adalah negara miskin, yang didera bencana kelaparan dengan korban puluhan juta penduduknya meninggal.

Ironis sekali, karena pada tempo yang sama, pemerintah China berhasil menguji coba senjata nuklir miliknya. Revolusi kebudayaan tahun 1966 telah mengakibatkan banyaknya korban jatuh di kalangan intelektual mereka. Namun akhirnya terjadi perubahan kepemimpinan. Pada tahun 1979, seorang intelektual yang mengenyam pendidikannya di Perancis, Deng Xiaoping, akhirnya menjadi pemimpin tunggal China.

Program Deng adalah melakukan reformasi ekonomi, untuk membebaskan China dari kemiskinan. Kapitalisme diperbolehkan beroperasi kembali. Deng memperbolehkan hal tersebut, karena menghapuskan pasar di China, seperti yang dilakukan Mao Tse Tung dimasa lalu, adalah hal yang absurd. Mengaplikasikan Sosialis-Komunis Ortodoks di China, adalah tidak mungkin, mengingat bahwa berdagang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya China. Program ekonomi Deng adalah menciptakan kelas menengah baru, dimana nantinya mereka akan membantu pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Deng berharap agar kelas menengah baru tersebut dapat menjadi motor utama ekonomi China.

Popularitas China

Reformasi Deng berjalan dengan sukses, terbukti bahwa setelah 25 tahun program reformasi ekonomi, telah lebih dari 200 juta penduduk China keluar dari garis kemiskinan. Diharapkan dalam 25 tahun kedepan, akan lebih banyak penduduk China yang keluar dari belitan kemiskinan. Satu hal yang tidak diketahui banyak orang, Deng Xiaoping, sebagai intelektual didikan Perancis, sangat percaya dengan prinsip demokrasi. Secara diam-diam, China mengaplikasikan demokrasi di tingkat perdesaan/kelurahan, dimana di tingkat itu rakyat China diperbolehkan memilih secara langsung pemimpinnya. Deng percaya bahwa demokrasi harus diaplikasikan secara gradual, tidak secara langsung atau taken for granted.

Dengan diperbolehkannya kapitalisme beroperasi, perdagangan China maju pesat. Shanghai dan Hong Kong menjadi pusat perdagangan Asia (bahkan Dunia). Bukti tak terbantahkan bahwa reformasi ekonomi Deng sukses, adalah posisi China sebagai negara dengan uang devisa terbanyak di dunia. Jepang berada di posisi kedua. China juga menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi di dunia, dengan angka selalu diatas 10 persen.

Diramalkan oleh sebagian pengamat, bahwa pada dekade mendatang China akan menjadi Ekonomi nomor satu di dunia, menyalib Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman sekaligus. China juga tetap memiliki angkatan bersenjata yang paling besar dan terkuat di Asia. Pernah diadakan poling oleh sebuah lembaga independen, negara asing apa yang paling populer di Uni Eropa. Ternyata negara yang paling populer adalah China.

Tapi popularitas ini tak berjalan lancar sebab negara lain merasa tersaingi. Apa saja upaya menjegal kesuksesan China ini? Nantikah dalam tulisan selanjutnya.

Referensi:

Encyclopedia Wikipedia http://www.en.wikipedia.org

I Wibowo. 1999. Belajar dari China. Gramedia Pustaka Utama.

Opini I Wibowo mengenai China. Koran Kompas

Frans Magnis Suseno. 1999. Pemikiran Karl Marx. Gramedia Pustaka Utama

Grolier Encyclopedia. History of China.

Grolier Encyclopedia. Nations of the World: China.

foto: http://c0170361.cdn.cloudfiles.rackspacecloud.com

 

 Tentang Penulis:

Arli Aditya Parikesit Penulis adalah alumni program Phd bidang Bioinformatika dari Universitas Leipzig, Jerman. Ia bisa dihubungi di akun twitter: @arli_par . Membantu penelitian di Laboratorium Bioinformatika, FMIPA-UI pun masih dilakukannya juga. Penulis juga bekerja sebagai Dosen ilmu kependidikan di STAI Al-Hikmah di Cilandak, ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • siti

    artikelnya cukup membuka mata:
    pertama tulisan kemenangan jepang atas rusia dan kemenangan turki atas inggris/australia/slandia baru serta bangkitnya china dari negara yang miskin menjadi pesaing negara Amerika dan jerman memang seharus menjadi inspirasi membangun percaya diri bagi bangsa2 di Asia khususnya Indoesia. akan tetapi untuk penerapan ide demokrasi ekonomi (libralisasi ekonomi) yang dilakukan oleh Deng Xioping di negara china saat itu yang membuat china saat ini menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dunia terutama dalam hal ekonomi saya pikir untuk indonesia kurang relevan untuk diperapkan karena negara kita secara kapasitas masyarakatnya belum siap untuk bersaing dimana kita ketahui bahwa libralisasi ekonomi itu akan menguntungkan pihak2 yang memiliki kekuatan ekonomi dan sumberdaya penunjangnya sedangkan negara kita dari segi insfrastruktur sudah cukup memadai akan tetapi sumberdaya untuk memanfaatkan insfarstukur tersebut belum disiapkan dengan baik sehingga negara kita saat ini hanya di jadikan target empuk pemasaran produk2 negara2 yang sudah mapan secara sumberdaya untuk bersaing (consumer). akan tetapi dengan berbagai kesepakat regional dan internasional yang sudah ditanatangi seharusnya pemerintah lebih agresif dalam membina dan mempersiapkan masyarakat indonesia untuk siap bersaing, akan tetapi dalam tataran relita itu sepertinya sangat sulit untuk terwujud karena kebijakan2 yang diambil pemerintah seharus mengarah pada peningkatan2 kualitas SDM (kesempatan berpendidika tinggi untuk seluruh masyarakat indonesia tanpa biaya tinggi dan diskriminasi dan perombakan kurikulum pemdiditikan dari teoritis ke pembekalan skill yang orientasinya memberdayakan SDA yang dimiliki dan membangun masyarakat yang memiliki kretifitas dan mental serta keimanan yang tinggi serta jiwa interprenuership). kedua memberikan perlindungan ke masyarakat terutama dari aktivitas dan usaha2 yang yang bisa merusak tatanan moral dan peradaban bangsa (seharusnya pemerintah berani membuat kebijakan untuk melarang dan memberikan funishment kepada pengusaha dan perusahan yang menyebarkan /memproduksi /mengelola produksi barang maupun jasa yang memberikan dampak buruk bagi masyarakat bangsa. ketiga penegakan hukum bagi pihak2 yang merusak dan merugikan masyarakat dan negara. keempat berani bersikap tegas dari interpensi asing atau percaya kepada masyarakat negaranya sendiri.

  • weka

    bagus banget artikelnya

  • weka

    bagus banget artikelnya

  • http://pulse.yahoo.com/_XVSMM5GGLXVJNZ5AY2ZJXMI6SU jumingan

    Untuk Penulis yang terhormat, artikelnya bagus, bukannya jadul hanya kurang mengkaitkan kepemimpinan di negara ini setelah reformasi, berkiblat kemana? apa punya bentuk kepemimpinan sendiri ataukah aplikasi kepemimpinan-kepemimpinan terdahulu ini perlu adanya pembahasan agar para pembaca juga ikut mengerti arah kepemimpinan sekarang
    demikian kurang lebihnya mohon maaf

  • http://www.facebook.com/people/Imam-Subekti/100002926551460 Imam Subekti

    tolong dong dirumuskan lebih detail tentang kepemimpinan  timur dan barat secara lebih kongkrit.