Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook

Disini juga numpang iklan, yah. Buat biaya server :)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 suara, nilai: 5.00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Peradaban Dunia?

Bahasa merupakan media untuk menyampaikan pesan atau informasi dari satu individu kepada individu lain atau lebih. baik itu secara lisan maupun tulisan. Pernyataan tersebut sangat benar dan sudah menjadi aksioma. Satu orang pun tidak ada yang akan membantah dengan pernyataan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktifitas kita menggunakan bahasa, baik menggunakan bahasa lisan, bahasa tulisan maupun bahasa tubuh. Bahkan saat tidur pun terkadang kita tanpa sadar menggunakan bahasa.

Sebuah bangsa pasti memiliki bahasa, walaupun ada beberapa bangsa yang meminjam bahasa dari bangsa lain. Kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia sangat beruntung memiliki bahasa Indonesia, walaupun sebenarnya bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu Riau. Akan tetapi, sekarang bahasa Indonesia adalah bahasa Indonesia, dan bahasa Melayu adalah bahasa Melayu, dua bahasa yang serumpun tapi tidak sama. Bahasa Indonesia berkembang dengan sendirnya sesuai dengan aturannya, dan bahasa Melayu berdiri sendiri menuju perkembangannya. Setujukah Anda bila bahasa Indonesia bukan bahasa Melayu?

Kita sebagai pemilik bahasa Indonesia bukanlah bermaksud atau bersikap seperti “kacang yang lupa akan kulitnya”, melupakan bahasa Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia. Mungkin tanpa bahasa Melayu, bahasa Indonesia tidak akan pernah ada. Akan tetapi, kita ingin memposisikan bahasa Indonesia pada posisinya, seperti yang telah termaktub dalam Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda mengikrarkan tiga hal yang sakral dalam sejarah dan proses kemerdekaan Indonesia, satu diantaranya adalah “Menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Menjunjung berarti menurut, menaati dan memuliakan (KBBI). Menjunjung tinggi bahasa Indoensia, berarti menaati dan memuliakan bahasa Indonesia sebagai bahasa peratuan dan nasional Indonesia. Demikianlah sumpah yang diikrarkan oleh pemuda-pemudi bangsa Indonesia pada tahun 1928. Bagaimana dengan pemuda-pemudi Indonesia sekarang??

Melihat kondisi pemakai bahasa Indonesia sekarang, sepertinya cape deh harus menggunakan bahasa Indonesia yang berkelit dan selalu berpedoman kepada yang baik dan benar.

Yang penting apa yang ingin kita sampaikan orang mengerti dan paham, mau pake bahasa campur aduk kek, saya mau pake bahasa Indonesia campur bahasa Inggris kek,campur lagi dengan bahasa daerah kek, toh yang baca juga paham. Cape deh, please dong jangan diperbesar masalah-masalah kecil kayaki gini”.

Benar dan pantaskah bila kita sebagai pemilik bahasa Indonesia berasumsi demikian? Masyarakat Indonesia pada umumnya dwibahasawan. Akan tetapi, bukan berarti kita bisa seenaknya mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa lain tanpa mengindahkan aturan dan kaidah yang ada. Bersikap positiflah terhadap bahasa Indonesia, karena bahasa yang kita gunakan menunjukkan kepribadian kita sebagai bangsa Indonesia. Jepang dan Prancis adalah contoh negara yang sangat taat dan menghargai bahasanya sendiri.

Pernahkah kita berpikir bahasa Indonesia esok akan menjadi bahasa peradaban dunia?

Bukan hal yang mustahil bahasa Indonesia esok akan menjadi bahasa perdaban dunia, bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional. Dilihat dari struktur dan pembacaan bahasa Indonesia yang sangat sederhana, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang tidak sulit untuk dipelajari. Suatu bukti yang meyakinkan bila esok bahasa Indonesia akan menjadi bahasa peradaban dunia, lebih dari 50 negara di Dunia telah mempelajari dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai satu diantara mata pelajaran di sekolah mereka. Kita sebagai pemilik bahasa Indonesia harus banggga karena bahasa kita dipelajari bangsa lain. Mengapa kita harus belajar bahasa asing, bila bahasa kita kelak mampu menjadi bahasa Internasional dan bahasa peradaban dunia?

Jawaban dari pertanyaan tersebut ada pada diri kita sebagai pemilik dan pengguna bahasa Indonesia. Kita harus konsisten dan bersikap positif terhadap bahasa Indonesia. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebenarnya tidak sulit, yang membuat sulit karena kita telah terbiasa dengan kesalahan yang ada dan selalu cape’ untuk mempelajarinya dengan segala kerendahan hati. Kita selalu beranggapan, “untuk apa mempelajari bahasa Indonesia, bukankah kita orang Indonesia yang secara otomatis mengerti menggunakan bahasa Indonesia”. Bilamana pendapat ini terus berkembang, pupus sudah harapan kita menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa perdaban dunia.

Hidup bahasa Indonesia!

foto:
mitorainlife.blogspot.com

 

 Tentang Penulis:

M. Purna Dewansyah Saputra Mahasiswa Non-reguler Basinda Angkatan 2006 FKIP Universitas Tanjungpura ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • http://bioarli.page.tl/ arli

    Memang sudah waktunya memposisikan nasionalisme kita dimana. Tentu hubungannya erat dengan bahasa. Banyak salah kaprah yang beredar sekarang, bahwa dengan fasih berbahasa asing, itu akan membuat kita menjadi ‘keren’ dan ‘gaul’. Sayang, sebenarnya kita mempelajari bahasa asing, bukan untuk jadi keren atau sejenisnya, namun untuk mempermudah komunikasi kita dengan orang asing. Banyak yang tidak sadar, bahwa sehebat-hebatnya orang Indonesia dalam berbahasa Inggris, orang Inggris tidak akan pernah menganggap orang Indo sebagai bagian dari mereka. Sehebat-hebatnya orang Indo dalam berbahasa Jerman, orang Jerman pun tidak akan pernah menganggap orang Indo sebagai bagian dari mereka juga. Satu hal yang harus dicermati, penyebaran bahasa asing adalah kepanjangan tangan dari nasionalisme suatu bangsa.
    Saya pikir belajar bahasa asing tetap wajib perlu. Sebab, kalau tidak bisa bahasa asing, bagaimana kita mengajarkan bahasa Indonesia ke orang asing? Untuk menjadi dosen bahasa Indonesia di uni Berlin, misalnya, wajib bisa bahasa jerman. Demikian untuk jadi dosen bahasa Indonesia di Uni South Wales, wajib harus bisa bahasa Inggris. Bahasa Indonesia tidak pernah diposisikan untuk meminggirkan bahasa dari bangsa lain oleh founding father kita. Bahasa asing tetap perlu dipelajari, untuk mengambil kata serapan, yang bisa di Indonesiakan, sembari melakukan perbandingan riset linguistik. Kita bukan bangsa chauvinis, yang menganggap orang yang tidak bisa bahasa Indonesia sebagai orang barbar, namun bangsa yang nasionalis.
    Penyebaran suatu bahasa, mau tidak mau, tidak lepas dari kondisi ekonomi-politik dari suatu bangsa. Bahasa Inggris bisa menjadi bahasa internasional, karena ekonomi-politik bangsa anglo saxon sangat maju sekarang. Bisa saja, jika suatu saat Indonesia menjadi negara yang kuat, makmur, dan sejahtera, giliran Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Kita harus terbuka dengan segala kemungkinan.

    • Ixsy

      KOmen saya,
      memang benar bhs. asing itu sangat diperlukan,,,

      tapi saya sendiri kq susah ya untuk menguasai bahasa inggris ????
      saya mau tanya cara mudah menguasai bhs.inggris gma ya??

    • Putri Sarinande

      kamu benar Bung!
      walau kadang ada hal yang tak terbahasakan, karena bahasa adalah alat komunikasi, itu saja urusannya.
      bahasa menunjukkan bangsa! :D
      kubagi-bagi yah yang ini :D

  • Nela

    Saya sangat setuju dengan pendapat Saudara Arli… =)

  • http://atmonadi.com atmonadi

    Setubuh ehh… setuju, saya sendiri malah optimis bahasa Indonesia bisa mendunia dan menjadi salah satu bahasa yang banyak digunakan.

  • http://alasroban.web.id panggiring

    saya termasuk yang lagi prihatin dengan generasi sekarang yang suka mencampur adukkan bahasa Indonesia yng baik dan benar. Tapi juga kaget tiada duanya kalo ternyata udah ada 50 negara yang mengajarkan bahasa Indonesia di sekolah-sekolahnya.

    benarkah demikian?

  • rio

    ya bagus sih sebenernya….tapi kalo mau dilihat lebih jauh, Bahasa Indonesia ga ada bentuk lampau, sekarang atau masa depan. Rumit dipahami bwat jadi bahasa peradaban dunia, karena kita lahir di Indonesia aja jadi gampang ngertinya, buat orang asing imbuhan tuh rumit kaleee. Ga ada tenses juga bisa jadi indikasi kalo bangsa ini nggak menghargai sejarahnya soalnya ga peduli lagi sama waktu.

  • http://bhayuprasetya.wordpress.com Bhayu Prasetya

    Kalau menurut saya, masih sulit bagi bahasa Indonesia untuk dijadikan bahasa internasional. Mengapa? Masih banyak di antara orang Indonesia sendiri yang salah kaprah dalam penggunaannya baik secara lisan maupun tulisan. Contoh: penulisan kata depan ‘di-’ dan kata keterangan tempat ‘di’, juga peluluhan huruf K, P, T, S bila diberi imbuhan ‘me-’, selain itu juga masih banyak yang salah dalam struktur gramatikanya. Ini yang harus dibenahi, apalagi dalam bahasa lisan, kadang kita mencampurkan kata-kata bahasa asing sehingga kedengarannya aneh di telinga, agak norak.

    Bagaimana bisa mengajarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD kepada orang asing, bila pengguna bahasa ibunya sendiri masih tidak tahu strukturnya? Maka, jangan meremehkan pelajaran Bahasa Indonesia saat masih di sekolah/kuliah.

    • Putri Sarinande

      menurutku ini persoalannya. mata pelajaran di sekolah itu Bahasa Dan Sastra Indonesia. sebelum belajar sastra, ya belajar bahasa dulu. polemik berbahasa indonesia, makin parah karena kebiasaan “artis infotainmen” yang meng-inggris sepotang sepotong. ya makin ngawur lah sudah…

  • http://www.goldpirate.blogspot.com hanz

    kalau bahasa indonesia mendunia, berarti negara kita sudah menjadi yang unggul diantara negara yang lain. dengan bahasa kita dapat saling bertukar dan mempermudah suatu tujuan, tinggal bagaiimana kita menyikapi dan menggunakan bahasa aja.

  • achmad

    Boleh tahu, 50 negara yang sudah mempelajari bahasa indonesia itu negara mana saja? sumber datanya absah atau tidak?, karena keabsahan data itu justru yang penting saat anda membuat artikel seperti ini.

  • http://yahoo gadis manis dari depok

    sotoy loe masak ada manusia purba makan buncis.perasaan mansia purba makan batu and daun-daunan!!!!!!!!!!!!!

    ha….ha…. I LOVE U FULL ha….ha…..

  • Fenty. W

    Saya setuju dengan artikel di atas. Memang sudah saatnya kita bangga pada bahasa nasional kita sendiri. Memang tidak mungkin bahasa Indonesia akan menjadi bahasa peradaban, tapi itu sulit. Karena pada dasarnya, kita bangsa yang terdiri dari beragam suku dan budaya yang membuat kita cenderung memakai bahasa ibu dalam komunikasi sehari-hari. Tetapi sulit bukan berarti tidak mungkin, tergantung dari para pemuda dan diri kita sendiri untuk bisa melanjutkan”Sumpah Pemuda”.

    JAYA INDONESIA!!

  • Ninuk

    Aku setuju dgn artikel di atas,,,
    qt shrsny bangga donk,,dgn bhs indonesia.dan qt mesti melestarikanya.
    Qt jgn terbiasa memakai bhs asing,cukuplah bila diperlukan.
    Msh bnyk masyarakat qt yg di kala emosi,mengeluarkan kata2 yg tdk semestiny…itulah mencerminkan,,budaya bangsa indonesia.yg perlu perbaikan.

  • ari dari bali

    jangan gengsi memamerkan kebudayaan kita sendiri! justru seharusnya kita tunjukkan kepada orang asing bahwa kita memiliki budaya yang beraneka ragam. bila perlu kita mengajak orang asing ikut menggunakan bahasa indonesia agar mereka mengerti dengan ke budayaan kita>. I LOVE INDONESIAQ

  • lovdealova

    gua setuju jack…!!! eh sorry bhsnya amburadul…!!! ini salah satu kata2 yg sudah gak asing di telinga kita. krn bhs indonesia adalah bhsa yg flexibel. mo di canpur bhs daerah kek, bhs inggris kek, ato bhs tumbuh-tumbuhan sekalipun, menurut gua, pantes2 aja. selaien tu ye…. org2 indonesia pinter2, waktu ada kata2 yg lg trend, misalnya:nggak la yau… gitu loch.. sorry boooo… capek dech.. okelah kalau begitu… dll org2 indinesia paham & mengerti jg nerima dgn baik….

    kalau bhs indonesia mau mendunia, menurut saya, bs jg.. di malaysia, bhs mereka gak bs dibuat lagu. makanya mereka selalu ngaku2 kebudayaan kita, milik mereka…

    hiduuuup bhs indonesia…

  • citra

    Saya mendukung kemajuan bangsa Indonesia dengan cara menggunakan bahasa Indonesia yang benar di setiap kesempatan yang ada karena saya cinta bahasa Indonesia! Apakah pernyataan saya terdengar begitu naif? Saya pikir bangsa Indonesia membutuhkan cinta yaitu dari orang Indonesia itu sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi?

  • Afi

    Saya sangat setuju dan bersyukur apabila hal itu dapat terjadi. Jadi jangan malu untuk menunjukan budaya yang ada. Jangan sampai budaya sendiri tergerus oleh budaya asing yang masuk dan akhirnya ada yang mengklaim budaya Indonesia berasal dari budaya negara lain. Hidup Indonesia!!!

  • Afi

    Saya sangat setuju dan bersyukur apabila hal itu dapat terjadi. Jadi jangan malu untuk menunjukan budaya yang ada. Jangan sampai budaya sendiri tergerus oleh budaya asing yang masuk dan akhirnya ada yang mengklaim budaya Indonesia berasal dari budaya negara lain. Hidup Indonesia!!!

  • clenoro

    Anda gila juga ya !.Bahasa Indonesia ya sama bahasa Melayu. Jadi kalau menulis sesuatu dan bila ingin melihat perbedaan, jangan dilihat dari sejarah hidup anda sendiri. Melayu dan Riau adalah Wilayah Indonesia. BUKAN WILAYAH RUMAH DAN KELUARGA ANDA

  • Filmia Utami

    Setuju sekali dengan artikel diatas….

    Kita harus optimis kalau bindo akan menjadi bahasa internasional….

    Mulai dari yang kecil, Mulai dari diri sendiri, dan Mulailah saat ini juga…

  • Anissa

    I LOVE INDONESIA…….

  • hera ismayanti

    saya sangat setuju b.indonesia dijadikan bahasa peradaban dunia supaya kita ga perlu susah2 blajar b.inggris n hrus skolah keluar negeri dgn biaya yg mahal.
    seenggaknya kan kalo b.indonesia jd bahasa perdaban dunia bangsa indonesia bakal di kenal n dihormati sama bangsa lain.
    go indonesia..!!!!!!!!!!!

  • Lukmanul Hakim

    Boleh tahu nggak, 50 negara itu mana aja ya?

  • aulia

    setuju boleh setuju tapi kita liahat lagi bagaimana penggunaan EYD yang benar.
    remaja jaman sekarang sering dengan sengaja merusak penulisan. akan tetapi mereka menganggap itu hal yang lumrah dan bisa di bilang “gaul”.

  • Kusty

    Saya berharap suatu saat bhs.indonesia mjd bhs. Internasional karena bagi saya belajar bahasa asing itu sangat sulit. . . !!!

    • paijem

      saya jga setuju tentang itu

  • yoan

    banggany pabila bhs indonesia djadikan bhs internasional!berarti akan ada peluang bisnis baru tuh..
    dbuka bimbel kursus bhs indonesia yg akan tersebar dsluruh dunia hahahhaha..
    tapi..mungkinkah…?
    ntahlah..

  • Bayu Cahyadiputra

    SETUJU !

    Indonesia Bangsaku !
    Indonesia Negeriku !

    HIDUP INDONESIA !
    MAJU TERUS, PANTANG MUNDUR !

    JAYA !

    Apalagi., Bahasa Indonesia merupakan Bahasa yang paling mudah struktur bahasanya, ‘kan ?!
    : ” S.A.T.U , ya bacanya SATU ! Bukan O.N.E bacanya WAN ?! Sekarang,Kemarin,dan Yang akan datang, juga tensisnya sama kok !

    Kita harus BERJUANGBERSAMA-SAMA……………!

    MERDEKA. ! MERDEKA. ! MERDEKA. !

    :)

  • Adhit_91

    hidup bahsa indonesia……

  • Halimah Sa’diyah

    Sip….! setuju banget. maju terus Indonesia!

  • brutale

    benar, karena muda mudi jaman sekarang memang tolol dan bodoh, jangankan bahasa daerah, bahsa indonesia banyak yang diplesetkan menjadi hancur dan memprihatinkan, remaja jaman sekarang lebih mementingkan facebook, ngalor ngedol dak karuan ora ono tujuan…… berpakaian minim memamerkan paha padahal bores dan belang, sungguh murahan (BARANG SECOND), sering terdengar istilah “dianggap tidak gaul kalau tidak menggunakan bahasa indonesia dengan benar” penyakit ini yang mendoktrin remaja sehingga tidak menggunakan bahasa indonesia sebagaimana mestinya, para orang tua harus tegas, kalau bisa sedikit menggunakan kekerasan fisik karena ampuh dan cukup menakutkan untuk anak bahkan teman anak sekalipun, jangan ragu menampar anak maupun teman anak bila sesekali menggunakan bahasa yang diplesetkan. tampar dan pukul!

    • Richard

      sipp mas bRutale, saya setuju, mari ajak para orang tua untuk didik anak dengan tegas, ojo dimanja, karena manja bisa membunuh anak dimasa depan (MASA DEPAN SURAM) anak jadi kurang berani melawan hidup, lembek, tidak punya mental sampai gagal mendapat kerja akhirnya jadi pengamen jalanan atao gila!

  • asih

    Setuju sekali! Kalau bahasa Indonesia sekarang sudah dilukai dengan penggunaan yang tidak tepat alias dicampuradukkan dengan bahasa lain, sebenarnya itu adalah tanda bahwa bangsa kita sekarang sedang krisis percaya diri. Sekolah-sekolah sekarang lebih mengedepankan bahasa Inggris dengan alasan agar dapat mengikuti perkembangan jaman. Sebenarnya kalau kita ingin maju, seharusnya diawali dengan memajukan mental bangsa terlebih dahulu, bukan mengabaikan bahasa Indonesia dan menjunjung tinggi bahasa asing.

  • Jhnm

    bener nih anda-anda pembaca(terutama kaum muda ) ada yg ingin bhs indonesia mendunia? Kalau ya mari ngomong dg bahasa indonesia terutama di media masa