NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 suara, nilai: 2.00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Rahasia Lukisan Mesir Kuno

SetiNetsains.Com – Pada tahun 5000 SM, bangsa Mesir adalah bangsa yang telah memiliki peradaban yang mantap. Selama berabad-abad hingga kini, peninggalan peradaban Mesir kuno telah diakui sebagai peninggalan yang mengagumkan. Termasuk lukisan di dinding-dinding batu yang menghiasi bangunan serta makam-makam para raja dan bangsawan Mesir.

Lukisan-lukisan yang didominasi oleh profil-profil manusia ini, memiliki ciri yang amat khas dalam penggambarannya. Kedua tangan memiliki sisi yang sama dengan panjang jari yang sama, dada menghadap ke depan, namun kedua kaki dan kepala menghadap ke samping, serta profil mata yang digambar dengan perspektif depan. Gaya lukis ini tentu saja tidak menggambarkan perspektif manusia yang tepat. Seniman Mesir tampaknya berusaha menggambar profil tubuh manusia sejelas-jelasnya sehingga harus menggabungkan berbagai perspektif fitur tubuh dalam satu profil lukis. Selama 3000 tahun ke depan, para seniman Mesir kuno tetap mempertahankan gaya lukis ini.

Mengapa gaya lukis bangsa Mesir kuno sepert ini? Jawabannya ditemukan pada makam seorang pendeta bernama Ramose. Adik Ramose adalah seorang kepala seniman bagi Firaun. Sebelum kematian Ramose, adiknya menghiasi makam dengan berbagai lukisan dan relief yang indah. Sebelum karya itu berhasil diselesaikan, Firaun meninggal, sehingga Ramose kehilangan pekerjaannya. Lukisan yang dipersiapkan untuk menghiasi makamnya kelak pun, terhenti dan tidak selesai. Dari sinilah terlihat, di sepanjang dinding lukis yang belum selesai, terdapat garis-garis halus berwarna merah yang membentuk sebuah pola kotak-kotak simetris.

Arkeolog pun mencocokkan profil manusia dalam lukisan-lukisan Mesir lainnya, dengan kotak-kotak simetris yang terdapat pada dinding lukis yang belum selesai. Ternyata setiap profil lukisan yang ada memiliki ukuran yang sama dari berbagai skala. Ukuran untuk mata, kepala, tungkai kaki, tinggi tubuh, tangan dan seterusnya. Kotak ukur untuk masing-masing bagian tubuh inilah yang menyebabkan profil manusia pada lukisan Mesir tidak dapat dibuat dengan perspektif realistis.

Karya-karya seni ini merupakan salah satu perwujudan obsesi bangsa Mesir akan konsistensi dan keteraturan. Nilai budaya inilah yang selama berabad-abad membuat lukisan dinding bangsa Mesir memiliki pola yang sama.

Referensi:
BBC series, How Art Made the World

Sumber gambar:
http://www.archaeological.boardboat.com

 

 Tentang Penulis:

Avi Hartono Tertarik pada seni, desain, sains, film dan belakang layar ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • http://phoenix6karro.blogspot.com phoenix

    makasieh infona…. nambah pinter dunk paztyna….

  • http://www.facebook.com/esty.daisuke Esty Daisuke

    dari yg gw baca
    kenapa org mesir kalo gambar orang selalu menyamping?
    untuk mempertahankan lekuk2 wajah dan mereka percaya dg begitu jiwa org yg meninggal dapat mengenali potretnya dan menyatu lagi dg tubuh yg tepat dikehidupan selanjutnya.

  • http://www.facebook.com/esty.daisuke Esty Daisuke

    dari yg gw baca
    kenapa org mesir kalo gambar orang selalu menyamping?
    untuk mempertahankan lekuk2 wajah dan mereka percaya dg begitu jiwa org yg meninggal dapat mengenali potretnya dan menyatu lagi dg tubuh yg tepat dikehidupan selanjutnya.

    • Avi Hartono

      Yap betul. Orang-orang Mesir memang berusaha menggambar profil tubuh dengan sejelas-jelasnya, dan tiap bagian tubuh itu memiliki ukurannya masing-masing.
      Selain itu, tiap-tiap budaya memang memiliki ciri khas tersendiri dalam menciptakan karya seninya karena disesuaikan dengan nilai-nilai budaya setempat. Seperti misalnya orang-orang Yunani yg membentuk karya patung-patungnya ‘sesempurna’ mungkin untuk mewakili citra dewa-dewa mereka yang ‘sempurna’.
      Nilai budaya itu yang saya tahu, terbentuk dari kebiasaan dan kepercayaan. Seperti keteraturan bangsa Mesir tersebut.
      Nanti akan menyusul juga catatan hubungan antar nilai budaya dan ciri khas karya seninya. Mesir juga akan dijadikan salah satu contoh lagi.
      Makasih sharing-nya. :)

    • Avi Hartono

      Sebelumnya para arkeolog tidak tahu bahwa lukisan-lukisan itu dilukis dengan ukuran dan skala. Itu dari sudut pandang teknis seninya.

  • http://Yahoo! T_rockz

    Aq slalu penasaran ma peradaban mesir kuno. . .???

  • http://www.solotechno2.co.cc cheppy87

    nais info

  • citra arianto

    ya,,, q jadi tambah wawasan tantang mesir karna q sangat suka sama kbudayaannya.tq ya..

  • rahmadani

    saya jatuh cinta pada sejarah mesir kuno. Makasich infonya. Nambah pinter deh…

  • Murni_bastet

    bagus kok…

  • JIAIDI

    AKU SNAG BISA BELAJAR DARI LUKISAN-LUKISAN INI, IANYA KARYA YANG TAK TERGANTIKAN DAN GA AKAN HAUS DITERJANG BADAI N GELOMBANG

  • JIAIDI

    AKU SNAG BISA BELAJAR DARI LUKISAN-LUKISAN INI, IANYA KARYA YANG TAK TERGANTIKAN DAN GA AKAN HAUS DITERJANG BADAI N GELOMBANG

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100000929674465 Kholiz Majid

    qh sangat kagum dng lukisan ini

  • Dea_khanzia

    Cinta banget sama cerita mesir kuno!