NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 suara, nilai: 3.00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Apa Tanda dan Gejala Toksoplasmosis?

Toxoplasma-drawingTanya:

Dok, mau tanya, jika seseorang terinfeksi toksoplasma itu ada tanda-tandanya secara fisik atau tidak?

Rita

Jawab:

Dear Rita,

Terimakasih atas perhatian dan kepercayannya kepada kami.

Sebelumnya perlu diketahui, toksoplasmosis atau infeksi yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii ini sebenarnya bukan hanya dapat menyerang manusia, melainkan juga dapat menyerang hewan, seperti: kucing, anjing, babi, kambing, domba, sapi, kuda, burung (misal: kenari), ayam (seperti: White Leghorn), pandemelon Tasmania, tupai, singa laut California. Namun hewan tersering sebagai “pembawa” atau “biang keladi” Toxoplasma gondii adalah kucing.

To the point saja, ya….

Gambaran klinis, meliputi: tanda, dan gejala pada manusia adalah sebagai berikut:

Pada penderita dewasa

Pada penderita yang daya tahan tubuhnya tinggi, sekitar 80-90% tanpa gejala. Dapat disertai limfadenopati di leher, biasanya tidak perih, tidak sakit, berdiameter kurang dari 3 cm. Dapat disertai demam, rasa tidak enak badan, berkeringat malam hari, dan nyeri otot. Dapat juga diiringi sakit tenggorokan, limfadenopati selaput rongga perut (mesenterium) dan retroperitoneal dengan nyeri perut, radang mata (chorioretinitis). Limfadenopati disini berarti pembesaran abnormal kelenjar limfe akibat penyakit tertentu.

Pada penderita yang daya tahan tubuhnya rendah, dapat disertai: radang otak (berupa: encephalitis, meningoencephalitis), radang otot jantung (myocarditis), radang paru-paru (pneumonitis), kelemahan otot (hemiparesis), kejang (seizures), perubahan penglihatan, dan perubahan status mental.

Pada wanita hamil

Wanita hamil yang menderita toksoplasmosis pada umumnya tidak menunjukkan gejala yang khas; sebagian kecil hanya menunjukkan gejala menyerupai flu (flu like syndrome), atau pembesaran kelenjar getah bening leher satu sisi.

Pada janin, bayi baru lahir, dan anak

Toksoplasmosis yang menyerang janin, bayi baru lahir, dan anak di dalam medis disebut congenital toxoplasmosis atau toksoplasmosis kongenital.

Sebenarnya ada TRIAS toksoplasmosis kongenital, yaitu tiga ciri, karakteristik utama yang hampir selalu ditemukan (pathognomonic) pada penderita toksoplasmosis kongenital, yaitu:

  1. Hidrosefalus, yaitu: kondisi abnormal dimana cairan serebrospinal terkumpul di ventrikel otak, pada janin dapat menyebabkan cepatnya pertumbuhan kepala dan penonjolan fontanela (sehingga kepala tampak membesar karena berisi cairan) dan wajah yang kecil.
  2. Korioretinitis, yaitu: radang/inflamasi lapisan koroid di belakang retina mata.
  3. Pengapuran (calcification) otak dan intraseluler.

Nah, mari kita perhatikan tanda, gejala, atau ciri-ciri yang lainnya:

  1. Kondisi ini paling berat saat infeksi maternal (yang berasal dari ibu) terjadi sejak dini saat masa kehamilan.
  2. Sekitar 15-55% anak yang menderita infeksi bawaan atau sejak lahir (congenitally infected children) tidak memiliki antibodi IgM spesifik-T.gondii yang dapat dideteksi saat lahir atau masa tumbuh-kembang awal (early infancy).
  3. Sekitar 67% penderita tidak disertai tanda atau gejala infeksi. Juga dilaporkan: radang mata (chorioretinitis) terjadi pada sekitar 15% penderita, penulangan intrakranial (10%), kepala kecil (microcephaly).
  4. Disertai ketidaknormalan jumlah sel darah putih (leukosit) di cairan otak dan sumsum tulang (cerebrospinal fluid), yang dalam istilah medis disebut dengan pleocytosis. Sedangkan nilai protein meningkat pada 20% penderita.
  5. Janin baru lahir yang terinfeksi T.gondii dapat mengalami anemia, penurunan trombosit, dan penyakit kuning (jaundice) saat lahir.
  6. Janin yang terinfeksi dapat tanpa gejala sama sekali, atau hanya didapatkan pertumbuhan janin terhambat, atau gambaran hyperechoic bowel.
  7. Bayi yang bertahan hidup (affected survivors) dapat menderita retardasi mental, kejang (seizures), kerusakan penglihatan (visual defects), spasticity, atau gejala sisa neurologis (berhubungan dengan saraf) yang berat lainnya.

The last but not least, kebenaran mutlak adalah milik Allah SWT semata dan kesalahan milik kami sebagai manusia biasa.

Demikian, semoga jawaban ini bermanfaat.

Salam SUKSES selalu!!!

Dr. Dito Anurogo

Penemu Hematopsikiatri

foto: hameem-jr.blogspot.com/

 

 Tentang Penulis:

Dr Dito Anurogo Dito Anurogo adalah dokter yang sedang berkarya dan mengabdikan diri di neuroscience department, Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia. Ia adalah dokter pehobi filateli-numismatik, fotografi, pecinta alam, pernah aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Semarang, Member of IFMSA (International Federation of Medical Students' Associations), dan konsultan kesehatan di NetSains.net dan detik.com. Ia mendapatkan sertifikasi CME dari berbagai universitas ... Selengkapnya »
 
  • Website Pribadi/Blog:
  • Tulisan di NetSains: 144 Tulisan
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • ratna sari dewi

    dr,saya mau tanya tentang penyakit anak saya,kt drnya anak saya terkena hypomalaysia klo gak salah begitu namanya,skrg anak saya berumur tiga tahun tp belum pandai berbicaa,jalan dan pertumbuhannya sangat lambat,sebelumnya kalau demam anak saya kejang tp akhir akhir ini anak saya kejang tp tidak disertai demam,apakah sebenarnya penyakit anak saya dan apa yg harus saya lakukan kalau dia kejang,trimakasih.

  • hermaliana

    dr,sebulan sebelum menikah saya memeriksakan tokso darah saya ternyata hasilnya IGg(+) dan IGm(-)saya lupa skornya berapa. kemudian sy diresepkan spiramicin selama 3bln.selesai pengobatan sy langsung hamil dan alhamdulillah melahirkan anak perempuan yg sehat dan skrg berusia 2thn.pertanyaannya:
    1. Apakah mungkin anak saya ini terinfeksi toksoplasma? selama ini perkembangannya normal hanya cukup rentan terserang pilek (sama dg saya)
    2. tahun depan sy merencanakan untuk pny anak lg, apa sebaiknya sy memeriksakan diri lagi?? apa benar org yg telah terinfeksi tokso tidak bisa sembuh?
    terima kasih…

  • eses

    dok saya mo tanya,ada nggak hubungan toxoplasma dengan jamur pada portio?

  • popy kartika

    dok, saya sedang hamil usia kandungannya 3bulan lebih,,, tp knp ya stiap sebulan sekali setiap saya berhubungan dengan suami saya,, saya suka mengeluarkan darah?? saya takut terjadi sesuatu sama kesehatan bayinya ataupun saya….

  • Rhinda

    Dok saya hml bayi sy meninggal dlm kandungan dlm 6minggu tidak berkembang dan akhirnya di courrage,stlh itu sy memerkskn ke lab dan ternyata hasilnya IgG 305 Rubella 117 CMV 63 saya bingung mau berobat kemana,sedangkan saya di informasikan untuk ke alternatif(spesialis tokso)di bgr.saya minta saran dokter bgmn sebaiknya karna saya baru sethun lalu menikah dan tkt pnya anak krn kondisi saya tlng sarannya dok.Trims