Tanya:
“Dok.. saya sejak gadis tidak ada keluhan dalam menstruasi, sampai saya menikah. Alhamdulillah setelah 2 bulan usia pernikahan kami saya dinyatakan hamil. Lalu saya periksa ke dokter kandungan. Lalu setelah diperiksa saya juga mengalami bersarangnya kista di luar rahim tetapi tidak menempel di indung telur sebelah kanan sebesar 7-8 cm cukup besar, setelah usia kandungan saya 3 bulan saya mengalami infeksi saluran pipis sebabnya kistanya sudah mendesak kesaluran pipis, sehingga saya harus menjalani operasi pengangkatan kista pada saat keadaan hamil.
Saya hanya bisa berdoa dan pasrah kepada Allah SWT untuk diberikan kelancaran dan kekuatan untuk janin saya. Alhamdulillah lancar semua sampai anak saya lahir pada waktunya.
Yang ingin saya tanyakan:
1. Apakah ciri-ciri keluhan adanya kista di tubuh kita?
2. Apakah kista itu bisa kembali tumbuh dan bersarang di tubuh kita?
3. Apakah sulit nantinya punya anak yang kedua?
4. Bagaimana cara untuk menjaga kesehatan agar tidak tumbuh kista lagi?
(Mirna Oktavia)
Jawab:
Ny. Mirna, Mari kita langsung membahas permasalahan Anda:
1. Apakah ciri-ciri keluhan adanya kista di tubuh kita?
Sebelumnya perlu diketahui bahwa kista berarti kantung yang berisi cairan. Tergantung di bagian tubuh manakah kista itu terjadi, bisa disertai keluhan, atau tanpa disertai keluhan.
Nah, salah satu jenis kista yang bisa terjadi pada wanita adalah kista ovarium. Kista ovarium (atau kista indung telur) berarti kantung berisi cairan, normalnya berukuran kecil, yang terletak di indung telur (ovarium).
Adapun keluhan kista ovarium antara lain:
a. Sering tanpa keluhan.
b. Nyeri saat menstruasi.
c. Nyeri saat berhubungan badan.
d. Nyeri di perut bagian bawah. Nyeri ini bersifat nyeri tumpul (dull pain), yang hanya terasa kemeng.
e. Nyeri pada punggung terkadang menjalar sampai ke kaki.
Terkadang disertai nyeri saat buang air kecil dan/atau buang air besar.
f. Siklus menstruasi tidak teratur.
g. Bisa juga disertai jumlah darah yang keluar banyak.
2. Apakah kista itu bisa kembali tumbuh dan bersarang di tubuh kita?
Bisa. Muncul atau tidaknya kista dipengaruhi oleh banyak faktor seperti: jenis/macam kistanya, lokasi kistanya, dan tingkat kerentanan penderita untuk terkena kista lagi, gaya hidup penderita, dsb.
3. Apakah sulit nantinya punya anak yang kedua?
Berbicara masalah kemungkinan memiliki anak lagi, tidak hanya dipengaruhi oleh kista. Namun dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti:
a. Ridha Allah SWT, tentunya disertai dengan tingkat spiritualitas yang tinggi dari pasutri (pasangan suami istri), termasuk: kepasrahan total kepada Allah SWT, amal kebaikan kedua pasangan, dsb.
b. Kesehatan organ reproduksi baik dari pihak suami maupun istri. Dalam hal ini kista hanyalah salah satu faktor kecil, dimana pengaruh kista terhadap kesuburan amat dipengaruhi oleh jenis kista, lokasi kista, dan ukuran kista.
c. Faktor psikologis kedua pasangan. Termasuk juga keharmonisan rumah tangga, keromantisan hubungan kedua pasangan. Perlu diketahui, dalam membina rumah tangga diperlukan 3S, yakni: Saling setia, Saling percaya, dan Saling pengertian.
d. Kondisi lingkungan (milieu) dan tempat tinggal dimana pasangan suami istri itu bertempat tinggal.
4. Bagaimana cara untuk menjaga kesehatan agar tidak tumbuh kista lagi?
Berpola hidup sehat dan seimbang, seimbang dunia dan akhirat, seperti: makan tepat pada waktunya, berolahraga secara teratur, beristirahat juga perlu. Jangan terlalu ngoyo atau memaksakan diri dalam meraih hal-hal duniawi.
Dalam seminggu, luangkan waktu khusus untuk: berdua dengan suami Anda, tertawa bersama, dan hal-hal lainnya yang dapat meningkatkan kebersamaan dan menjalin keharmonisan rumah tangga Anda.
Oh iya… jangan lupa kontrol teratur tiga bulan sekali ke dokter Anda.
Demikian, semoga bermanfaat.
(NB: Ucapan terimakasih kami kepada guru kami yang tercinta, Dr.Muh. Taufiqy Setyabudi, Sp.OG., yang telah meluangkan waktunya untuk berdiskusi dan memberi kami bimbingan yang mencerahkan).
Dr.Dito Anurogo
Dokter Online
Penulis Ebook dan Buku
Konsultan Kesehatan di NetSains.com
foto:stockphoto.com



