NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Hiu Putih Memangsa Manusia?

images (3)Oleh Sian Foch-Gatrell, diterjemahkan dan dikembangkan oleh Hosea Saputro Handoyo

Netsains.Com - Bukan main senang dan gugupnya ketika ‘Cheetah’, boat yang membawa saya ke ‘Seal Island’, mulai menjauh dari pantai. Sebentar lagi saya akan melihat untuk pertama kalinya hiu putih. Tidak ada kata yang mampu mendeskripsikan pengalaman saya. Saat itu Juni 2009 di Mossel Bay, Afrika Selatan. Saya, Sian Foch-Gatrell menghabiskan masa tugas akhir saya untuk bidang study Zoology, University of Dundee di Mossel Bay, Afrika Selatan.

Mossel Bay merupakan teluk yang berada di Garden Route di Western Cape yang banyak dikunjungi turis – dengan satu perbedaan. Mossel Bay adalah rumah bagi komunitas hiu putih terbesar di dunia. Kenapa? Anda mungkin bertanya-tanya. Sebagai teluk, Mossel Bay memiliki struktur alamiah yang memungkinkan hiu-hiu putih tersebut berkembang biak dengan jumlah hiu putih betina yang telah mendiami teluk tersebut untuk waktu yang cukup lama. Teluk ini ditunjang pula dengan komunitas anjing laut yang merupakan santapan sedap bagi hiu-hiu putih tanpa harus pergi jauh-jauh berburu. BUkan kebetulan Ocean Research menetapkan teluk ini sebagai tempat riset hiu putih mulai dari perilaku, pola perpindahan, fisiologi,  dinamika populasi dan yang terpenting, interaksi hiu putih dengan kehidupan manusia.

Hiu putih tidak memangsa manusia – nah saya buka rahasianya. Hiu putih melalui evolusi hanya memangsa ikan, cumi-cumi dan singa laut. Gigi mereka tidak didesain untuk memangsa manusia yang memiliki struktur daging dan tulang yang lebih kompleks. Hiu putih tidak banyak berubah selama 450 juta tahun terakhir ini dan hanya akhir-akhir ini (beberapa ratus tahun), mulai berinteraksi dengan manusia –sekali lagi – tanpa  keinginan untuk memangsa manusia. Hal ini didukung oleh fakta bahwa hiu putih dapat meningkatkan suhu tubuh mereka minimal 13 derajat Celcius untuk beradaptasi dengan perubahan suhu air laut. Oleh karena inilah, hiu-iu putih memerlukan banyak energy yang dibakar. Energi ini tidak lain dari lemak singa laut yang gemuk bukan dari manusia yang kurus tentunya. Selama ini belum pernah ada catatan manusia dimakan hiu putih. Bahkan selama saya melakukan studi lapangan atau tepatnya studi laut, belum pernah saya diserang hiu putih walau saya berenang di dekatnya.

Hiu putih besar adalah predator yang unik – mimpi buruk bagi yang mangsanya. Banyak  orang justru merinding mendengar ‘hiu’ apalagi setelah menonton film ‘Jaws’ misalnya. Lalu kenapa kita mempelajari hiu? Hiu adalah salah satu hewan yang menarik – lebih menarik dan baik hati dari yang Hollywood buat. Dengan mempelajari hiu putih ini, kita bisa banyak belajar mengenai konservasi alam. Bagaimana kita menjaga rantai makanan yang ada di laut sehingga ekosistem laut terjaga. Satu kompnen rantai makanan hilang, maka bias terjadi kepunahan atau meledaknya pertumbuhan mangsa komponen yang hilang/punah. Ini berbahaya bagi nelayan yang banyak berharap dari laut.

foto:www.deskpicture.com

 

 Tentang Penulis:

Hosea Handoyo I was born in Bandung where I graduated from SMA Taruna Bakti. I headed toAfter obtaining my Bachelor of Life Sciences (Ba./ing.) with cum laude from HAN University of Applied Sciences, Nijmegen, The Netherlands in 2008, I received the prestigious Boehringer-Ingelheim Fonds research fellowship which allowed me to get hold of intense scientific experience and research commercialization. Besides my research, I am active in many organisations related to science and social policies ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.