Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook

Disini juga numpang iklan, yah. Buat biaya server :)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

NoMix, Toilet Ramah Lingkungan

nomix-toilet-100312-02Netsains.Com – Seperti apakah toilet ramah lingkungan? Jawabannya, toilet yang memisahkan urin dan kotoran manusia. Toilet yang kita kenal selama ini, memiliki saluran pembuangan yang sama baik untuk urusan buang air kecil maupun besar. Ternyata cara itu dinilai kurang ramah lingkungan.

NoMix, sebuah toilet yang dirancang khusus oleh ilmuwan Swedia, dianggap cukup mampu menjawab masalah lingkungan. Sebenarnya ini bukan temuan baru, sebab NoMix sudah diciptakan sejak 10 tahun lalu. Sesuai namanya, NoMix memisahkan pembuangan urin dengan kotoran Buang Air Besar (BAB) ke tangki berbeda, sehingga penguraian alamiahnya lebih mudah dan cepat.

Toilet ini sudah diujicoba ke sejumlah negara di Eropa Tengah dan Utara, terutama di komunitas yang konsen dengan isu lingkungan. Setidaknya ada 38 proyek percobaan NoMix tersebar di eropa, dan 4 dari 5  dari 2700 responden menyatakan suka dengan toilet itu. Menurut mereka NoMix memuaskan dari sisi desain, aspek higienis, dan kenyamanan.

“Ini bukan hal yang baru, sebab sejak zaman kerajaan Romawi dulu sudah diberlakukan hal serupa,” jelas Judit Lienert, ilmuwan dari  Swiss Federal Institute of Aquatic Science and Technology (Eawag). Memisahkan urin dan limbah BAB memiliki banyak manfaat. Menurut Lienert, lebih mudah untuk proses penjernihan kembali air yang sudah tercemar urin, sehingga bisa segera dimanfaat lagi. Urin mengandung nutrisi seperti nitrogen dan pospor yang berperan sebagai penyubur.

Pembuangan urin  berakhir di kebun atau lahan pertanian, sebab member manfaat pada tanaman, bukan ke laut yang membahayakan biota di sana.  Di sejumlah negara berkembang memang sudah ada sistem pemisahan serupa, hanya modelnya masih mahal.

Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience.com

Foto:  LiveScience.com

 

 Tentang Penulis:

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • http://abi-ghifari.blogspot.com/ Abi Sofyan Ghifari

    wow… ide yang bagus..