NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Solusi Penebalan Selaput Paru-paru

Tanya:


Maaf dok, mau bertanya tentang penyakit penebalan pleura yang mengakibatkan batuk yang berkepanjangan dan sedikt demam. Saya sudah minum obat batuk sebelum hasil rontgen penebalan pleura. Dan hasilnya batuk saya juga tidak berkurang. Dalam istilah medis, kira-kira apa ya namanya?

Bagaimana cara mengobati penyakit ini, benarkah memerlukan operasi?
Jika dibiarkan, apakah penebalan pleura ini akan memberikan dampak yang negatif bagi kesehatan?

Ade

Jawab:

Penebalan pleura dalam istilah medisnya adalah pleuritis atau radang di lapisan pleura. Pleura adalah selapis tipis yang melindungi paru-paru kita saat bersentuhan dengan dinding dada. Lapisan pleura terdiri dari dua lapisan, lapisan yang langsung menempel paru bagian luar adalah Pleura viseralis, sedangkan lapisan yang menempel ke dinding dada disebut Pleura Parietalis.

Di antara kedua lapisan pleura tersebut terdapat cairan pelicin agar gesekan antara kedua lapisan tersebut (saat kita bernafas) tidak menimbulkan luka atau cedera.

Pada saat kekebalan tubuh kita menurun, maka bakteri atau kuman mudah sekali menyerang kita, termasuk dapat menyerang lapisan pleura tadi dan menimbulkan peradangan atau infeksi yang disebut pleuritis.

Pleuritis bisa disebabkan oleh serangan bakteri gram positif, gram negatif, dan bakteri an-aerob (yang tidak memerlukan oksigen).

Gejala yang dikeluhkan oleh pasien dengan pleuritis antara lain: demam, nyeri dada (sehingga sering diduga serangan jantung), sesak nafas, dan batuk.

Pleuritis bisa diketahui di samping dari gejala yang ditimbulkan juga bisa dilihat dari pemeriksaan foto rontgen dada.

Pengobatan pleuritis biasanya diberikan obat antibiotik untuk membunuh kuman/bakteri penyebab, antiradang, penurun demam, dan penekan rangsang batuk.

Apabila pleuritis tidak diobati secara optimal dapat menyebabkan penebalan dinding lapisan pleura yang disebut schwarte. Kalau sudah terjadi schwarte, maka paru-paru akan mengalami kesulitan untuk berkembang, sehingga pasien bisa sesak nafas berat dan kadang sampai menimbulkan kematian.

Jadi jangan anggap sepele penyakit penebalan pleura ini.
Segeralah berobat ke dokter keluarga sampai tuntas. Bila diperlukan mesti berkonsultasi lebih lanjut ke dokter spesialis penyakit dalam, atau ke dokter spesialis paru.

Wassalam
Dr. Muchlis AU Sofro, SpPD, KPTI.
Konsultan Kesehatan Netsains
Dosen Senior Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang
Internis di RS Dr. Kariadi Semarang
Pakar HIV-AIDS di Jawa Tengah

 

 Tentang Penulis:

Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, SpPD-KPTI, salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang juga ahli penyakit tropis infeksi yang lahir di Pemalang. Staf Divisi Penyakit Infeksi & Tropik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi/Fakultas Kedokteran UNDIP. Organisasi: 1. Ketua Tim HIV-AIDS RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, sejak 2002 sampai sekarang 2. Sekretaris Sub Tim DALINOK. Komite Medis RSUP Dr Kariadi Semarang. 3. Anggota Tim ”Emerging Infectious ... Selengkapnya »
 
  • Website Pribadi/Blog:
  • Tulisan di NetSains: 64 Tulisan
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • lia

    dokter,,

    mohon pencerahannya ya. Saya masih bingung penyakit yang Saya derita apa. Tolong informasinya ya dokter.

    gejala yang saya alami :
    demam (sempat 1 hari)
    batuk kering tidak berdahak (tidak begitu sering)
    hasil rontgen : ada cairan di sebanyak 3 ruas tulang iga…
    hasil darah :
    limfosit : di bawah normal
    monosit di atas normal
    LED jauh diatas normal
    sesak nafas (klo kecapean)
    nafsu makan makin bagus
    berat badan juga

    diagnosa dokter 1 : pneunomia
    diagnosa dokter 2 : TB
    diagnosa dokter 3 : cairan (saya lupa nama penyakitnya)

    Obat yang Saya terima sepertinya obat untuk TB. Apakah semua penyakit paru2 menggunakan obat TB?

    Menurut dokter, berdasarkan diagnosa itu,
    diagnosa nya apa?

    terima kasih ya dokter.

  • keenezie

    dokter, saya natalia usia 5 tahun sekarang saya sedang mengandung 3 bulan, awal bulan agustus ini saya flu, flu yang saya alami waktu itu agak parah, dari flu biasa nya, saya sampe tidak bisa bernafas, dan mata terus berair, kemudian tidak lama setelah flu saya mengalami batuk, sehingga saya memutuskan untuk mengecek kondisi saya ke dokter kandungan, dokter kandungan memberi saya bisolvon pil dan antibiotik, setelah saya menghabiskan antibiotik, flu saya reda, namun batuk saya masih terasa,,satu minggu berselang, saya mengalami nyeri dibagian dada sebelah kanan, saya kira karena saya terlalu sering tidur menghadap ke arah kanan, karena saya menjalankan puasa saya tidak mengkonsumsi obat apapun hanya mengoles bagian dada tersebut dengan minyak aroma terapi, ketika itu saya pun mengalami migrain, hari kedua pada malam hari nyeri dada ini semakin parah, setiap kali saya mengambil nafas atau batuk, maka nyeri ini semakin menjadi, ketika saya tekan pun bagian dada kanan itu sangat linu. hari ketiga saya masih merasakan hal yang sama dan diperparah dengan keadaan mengigil, saya putuskan untuk memeriksa keadaan saya ke dokter keluarga dan saya diberitahu bahwa saya terkena pleuritis, saya diberi antibiotik dan obat untuk meredakan batuknya,  hari mengkonsumsi obat tersebut keadaan lebih baik, hanya saja yang ingin saya tanyakan apakah pleuritis dan keadaan saya hari-hari terakhir ini yang sering mengkonsumsi obat-obatan dapat berpengaruh terhadap janin yang saya kandung, dan apakah pleuritis bisa sembuh total?
    mohon penjelasannya dok.
    terimakasih.