NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Aerasi Kolam dan Tambak Ikan dengan Energi Angin

Netsains.Com - Aerasi adalah proses meningkatkan kandungan oksigen pada suatu lingkungan air [1], dengan tujuan untuk membuat organisme hidup di dalamya untuk tumbuh lebih sehat dan cepat besar. Ikan yang berada pada air dengan kandungan oksigen yang tinggi akan cenderung lebih sehat, segar dan cepat besar.

Mungkin bagi kita yang memiliki akuarium akan familiar dengan aerator energi listrik yang menimbulkan gelembung udara di dalam akuarium. Namun bagi peternak tambak ikan yang memiliki kolam yang sangat besar dan jauh dari sumber listrik tentu akan kesulitan untuk menggunakan aerator listrik semacam ini. Salah satu alternatif terhadap aerator energi listrik adalah dengan menggunakan aerator yang menggunakan energi dari turbin angin [2].

Bagaimana aerator turbin angin bekerja? Mudah saja, sama seperti bagaimana kita memompa ban dengan pompa tangan. Misalkan kita memompa ban dengan pompa manual kita akan menarik pegangan pompa itu ke atas untuk menghisap udara dari luar pompa. Setelah itu kita akan menekan pegangan pompa itu ke bawah untuk menekan udara masuk ke dalam ban. Turbin angin akan menggunakan energi angin yang menerpa bilah-bilah turbin angin untuk memutar poros turbin. Poros turbin ini akan menggerakkan peralatan mekanik yang akan menggerakkan pompa angin tersebut. Angin yang dihasilkan akan disalurkan ke dalam air melalui selang panjang.

Gambar 1. Proses Aerasi dengan Turbin Angin pada Suatu Kolam Ikan [3]

Prinsip lain yang dapat digunakan adalah dengan menggerakkan suatu baling-baling kecil di permukaan air. Baling-baling kecil ini akan mengaduk air sehingga antara udara dan air tercampur. Pada aerator jenis ini poros turbin angin akan disambungkan dengan sabuk karet yang akan menghubungkan poros turbin dengan poros baling-baling kecil. Energi angin akan memutar bilah-bilah turbin angin, dikonversi menjadi gerakan poros turbin, gerakan poros turbin akan menggerakkan sabuk karet lalu sabuk kareat akan menggerakkan baling-baling kecil di air.

Selain menggunakan prinsip-prinsip sederhana diatas, ada juga yang menghubungkan poros turbin dan dikonversi menjadi energi listrik terlebih dahulu. Energi listrik ini akan disimpan di aki dan akan digunakan untuk menggerakkan aerator elektrik. Kelemahannya dari prinsip ini adalah lebih rumit dan lebih banyak energi yang terbuang. Namun keuntungannya proses aerasi dapat berjalan lebih stabil karena listrik dapat disimpan di aki.

Dapat kita lihat bahwa banyak cara untuk memanfaatkan energi terbarukan seperti angin untuk keperluan tertentu. Sudah selayaknya kita mencoba untuk mendorong penerapan energi terbarukan di Indonesia. Seperti yang kita lihat bahwa penggunaan energi terbarukan tidak harus canggih yang penting tepat guna.

[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Water_aeration

[2] http://www.windmillaeration.com

[3] http://www.paulfishfarms.com/windmillaerator.htm

 

 Tentang Penulis:

Ari Bimo Prakoso Ari Bimo Prakoso adalah insinyur teknik Fisika dengan minat utama di bidang energi terbarukan. Waktu senggangnya dihabiskan untuk membaca, menulis atau menciptakan sesuatu yang ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
  • roesman

    kurang jelas gambarnya, jadi kita kurang mengerti