NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
chemistry
  • Can't retrieve RSS Feed
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 suara, nilai: 5.00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Daging Tumbuh di Mata, Solusinya?

Mata

Mata

Netsains.Com - Tanya: Sudah dua bulan ini saya mengidap PINGUECULITIS. Jujur nama yang tidak pernah saya dengar sebelummya. Sudah berobat, namun dokter yang memeriksa saya mengatakan bahwa daging tumbuh yang ada di sebelah mata kiri ini tidak akan bisa hilang, sehingga dokter belum berani mengambil tindakan operasi.

Jantung ini lemas banget mendengarnya… Dokter hanya menyarankan untuk mencegah supaya tidak ada tumbuh daging baru di mata sebelah kanan saya dengan cara menghindari panas, sinar ultraviolet dengan memakai kacamata, menghindari asap rokok. Perlu dokter ketahui, selama itu pula mata saya hanya tergantung dengan obat tetes… tanpa tahu akan sembuhnya… Tolong beri solusinya… hidup serasa sudah tidak berarti.
Margaretha

Jawab:
Dear Saudari Margaretha,
Sebelumnya kami ucapkan terimakasih atas pertanyaan dan kepercayaannya kepada kami.

Sebelum menjelaskan solusi pinguecula, kami akan menjelaskan juga tentang “sahabat dekatnya”, yaitu: pterygium. Sehingga nantinya Anda tidak bingung lagi bila mendapat penjelasan dari dokter tentang kedua istilah ini, yaitu: pinguecula dan pterygium.
Adapun istilah pingueculitis merupakan bentuk inflamasi atau radang akut dari pinguecula.

Baik pinguecula maupun pterygium, keduanya merupakan bentuk kelainan atau degenerasi pada konjungtiva (membrane atau selaput transparan yang melapisi bola mata).

Gejala:
1. Biasanya tanpa gejala (asymptomatic).
2. Dalam banyak kasus menjadi masalah kosmetika.
3. Penurunan penglihatan (decreased vision) terjadi jika pterygium dekat dengan sumbu penglihatan mata atau visual axis.

Tanda:
* Pinguecula sangat umum terjadi, tidak berbahaya, biasanya bilateral (mengenai kedua mata).

* Pinguecula biasanya tampak pada konjungtiva bulbar berdekatan dengan limbus nasal (di tepi/pinggir hidung) atau limbus temporal. Terdapat lapisan berwarna kuning-putih (yellow-white deposits), tak berbentuk (amorphous).

* Pterygium merupakan lipatan konjungtiva dan jaringan fibrovaskular berbentuk segitiga (triangular-shaped fold) yang maju sampai ke permukaan kornea, hampir selalu didahului oleh pinguecula.

* Pterygium khas terjadi pada mereka yang lama tinggal di iklim (berhawa) panas dan menunjukkan respon terhadap kekeringan kronis (lama) dan pemaparan sinar ultraviolet.

Klasifikasi Pterygium:

Tipe 1: meluas kurang dari 2 mm di atas kornea. Timbunan besi (ditunjukkan dengan Stocker line) dapat terlihat di epitel kornea bagian anterior/depan pterygium. Lesi/jejas ini asimtomatis, meskipun sebentar-sebentar dapat meradang (intermittently inflamed). Jika memakai soft contact lense, gejala dapat timbul lebih awal karena diameter lensa yang luas bersandar pada ujung kepala pterygium yang sedikit naik/terangkat dan ini dapat menyebabkan iritasi.

Tipe 2: melebar hingga 4 mm dari kornea, dapat kambuh (recurrent) sehingga perlu tindakan pembedahan. Dapat mengganggu precorneal tear film dan menyebabkan astigmatisme.

Tipe 3: meluas hingga lebih dari 4 mm dan melibatkan daerah penglihatan (visual axis). Lesi/jejas yang luas (extensive), jika kambuh, dapat berhubungan dengan fibrosis subkonjungtiva dan meluas hingga ke fornix yang terkadang dapat menyebabkan keterbatasan pergerakan mata.

Histologi:
Pterygium terdiri dari perubahan degeneratif kolagen pada stroma subepitel yang tervaskularisasi.

Penyebab:
Berhubungan dengan paparan sinar matahari, debu, angin (iritasi kronis).

Epidemiologi:
Umum terjadi pada usia 20-30 tahun dan di daerah yang beriklim tropis.

Pencegahan Pinguecula dan Pterygium:
Secara umum, lindungi mata dari paparan langsung sinar matahari, debu, dan angin, misalnya dengan memakai kacamata hitam.

Solusi (Treatment):
Pinguecula
Biasanya tidak diperlukan obat atau terapi khusus. Kecuali jika sudah terjadi inflamasi atau radang akut yang disebut pingueculitis, maka diberikan steroid lemah, seperti: fluorometholone.

Pterygium
Tetes air mata buatan (artificial tears), mild topical vasocontrictor, atau steroid topikal ringan jika terjadi inflamasi/peradangan. Sangat dianjurkan memakai kacamata untuk mengurangi paparan ultraviolet.

Tindakan bedah diindikasikan pada pterygium tipe 2 dan 3.

Diagnosis banding (Differential diagnosis) Pinguecula dan Pterygium:
Beberapa kondisi atau keadaan yang hampir sama atau menyerupai keduanya antara lain adalah:

1.Conjunctival intraepithelial neoplasia
2.Dermoid
3.Pannus

Komplikasi Pinguecula dan Pterygium:

1.Cataract
2.Buta (Visual loss)
3.Scleral necrosis
4.Kelainan epitel yang menetap (persistent epitheliel defect)
5.Pingueculitis
6.Dellen formation adjacent to pingueculae
7.Corneal scaring: with pterygium

Demikian, semoga penjelasan kami ini bermanfaat.

Salam SEHAT dan SUKSES selalu!!!

Hormat kami,

dr. Dito Anurogo
Konsultan Kesehatan Netsains.com
Email : ditoanurogo (at) gmail (dot) com.

Sumber gambar:

http://4smart.net/blog/wp-content/uploads

 

 Tentang Penulis:

Dr Dito Anurogo Dito Anurogo adalah dokter yang sedang berkarya dan mengabdikan diri di neuroscience department, Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia. Ia adalah dokter pehobi filateli-numismatik, fotografi, pecinta alam, pernah aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Semarang, Member of IFMSA (International Federation of Medical Students' Associations), dan konsultan kesehatan di NetSains.net dan detik.com. Ia mendapatkan sertifikasi CME dari berbagai universitas ... Selengkapnya »
 
  • Website Pribadi/Blog:
  • Tulisan di NetSains: 147 Tulisan
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
  • Fajar abdullah

    Terima kasih atas infonya.

  • Budi

    saya mau tanya dok, untuk penderita pterygium dianjurkan untuk mengkonsumsi vitamin apa sehingga dapat mengurangi ketebalannya ? trimakasih

  • Ansi_wu

    saya turut prihatin

  • http://www.facebook.com/people/Roikhatul-Jannah/100002080833429 Roikhatul Jannah

    dokter saya mau tanya kalo ada daging yg tmbuh di daerah sclera berwarna merah terasa perih dan sakit apa itu jga termasuk petergyum?terimakasih…………………….

  • http://www.facebook.com/dhani.osolemio Dhani Oso Lemio

    dokter…

    sudah 2 bulan daging tumbuh di dalam bibir sya 
    apakah bisa dihilangkan ???

  • http://www.musicandnews.co.cc/ Asmara Susanto

    wow amazing ijin sedot

  • http://www.musicandnews.co.cc/ Asmara Susanto

    ada obatnya gk yang alternatif, kayak tumbuh2an gitu lo dok, soalny mbk saya gejalany persis kayak gini, mohon dberi sarah dok.

  • http://pulse.yahoo.com/_CCGRBWVWFIYWBI6ROGT5BC7UTE TABASSUMUKA

    dokter aku menderita pinguecula nich,apakah bisa di hilangkan pigmen kuningnya itu,dokter tolong di bantu ya kalau semisal di operasi bisa aku mau dong dok di operasi…karena mengganngu banget gampang iritasi

  • http://www.facebook.com/people/Elisa-Amran/100001769639156 Elisa Amran

    dokter, saya menderita  pterygium. udah sampai ke pinggiran bola mata, dan udah mulai mengganggu penglihatan, saya ingin tahu lebih jelas untuk tindakan pangangkatan daging tsbt. rumah sakit mana yang bagus d  jakarta dan berapa biaya yang di butuhkan sampai sembuh, dan apakah ada jaminannya, trimakasih