NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Terkoyakkah Selaput Dara Saya?

Tanya:
Dok, saya seorang ibu rumah tangga. Waktu belum menikah, saya sudah melakukan hubungan badan dengan calon suami, tapi hanya di luar saja. Ketika sudah menikah, pada malam pertama tidak ada darah yang keluar. Apakah dengan melakukan hubungan badan di luar vagina dapat menyebabkan terkoyaknya selaput dara?
Thanks dokter.
Ibu Ani

Jawab:

Dear Ibu Ani, sebelumnya kami ucapkan terimakasih atas perhatian dan kepercayaannya kepada kami.
Sebenarnya, malam pertama “biasanya” berdarah adalah mitos menyesatkan yang sudah terlalu dipercaya oleh masyarakat kita. Realitanya, hubungan seks di malam pertama tidak harus selalu mengeluarkan darah. Hal ini tergantung banyak faktor, seperti:

1. Elastisitas selaput dara.
2. Teknik atau posisi di dalam melakukan persetubuhan.
3. Banyak sedikitnya jumlah pembuluh darah di sekitar selaput dara.
4. Faktor emosi dan perasaan kedua pasangan juga amat berperan.
5. Kedalaman penis dalam melakukan penetrasi.
6. Kesiapan vagina menerima penis.
7. Proses lubrikasi (pelumasan) saat berlangsungnya hubungan seksual.

Melakukan hubungan badan di luar vagina jelas TIDAK dapat menyebabkan terkoyaknya selaput dara. Selaput dara akan berpotensi untuk terkoyak bila ada “sesuatu” yang masuk menerobos begitu saja.

Meskipun demikian, aktivitas petting alias melakukan hubungan badan meskipun hanya di luarnya saja (misalnya hanya dengan menggesek-gesekkan) sangat tidak dianjurkan, terlebih bila dilakukan sebelum menikah. Hal ini sangat terkait dengan aspek etika dan agama tentunya.

Perlu Ibu ketahui, sebagian besar masyarakat Indonesia akan memiliki image (citra) negatif terhadap wanita yang diketahui (juga diprasangkai) pernah melakukan petting, terlebih lagi bila dilakukan sebelum menikah.

Dari sisi medis, mengutip pendapat dr. Boyke, aktivitas seksual (terutama saat berpacaran) biasanya menganut rumus KNPI, yaitu: Kissing, Necking, Petting, Intercourse.

Berikut ini penjelasan kami:

1. Kissing: “hanya” sebatas berciuman atau aktivitas menjilat, mulai dari mulut, bibir, lidah, dan semua variasinya.
2. Necking: mulai “merayap” dan “bergerilya” turun ke leher, telinga, hingga payudara atau sekitar dada (“sekda”).
3. Petting: sudah sampai menanggalkan pakaian, setengah bugil (melepas celdam, BH), atau masih berpakaian lengkap, buka paha tinggi-tinggi (alias “bupati”), sebatas “hanya” menggesek-gesek, memegang-megang,meraba-raba, memasukkan jari ke vagina, dsb.
4. Intercourse: melakukan persetubuhan, ditandai oleh penetrasi (masuknya) penis ke vagina atau ke anus (yang ini merupakan penyimpangan seksual).

Aktivitas yang Ibu lakukan saat belum menikah ini amat berisiko berlanjut ke Intercourse alias berhubungan seksual dalam arti yang sebenarnya. Sebisa mungkin sih… sebelum menikah, jangan pernah melakukan aktivitas yang membuat pria tergoda untuk “berbuat lebih jauh”. Ingatlah, Allah Maha Melihat dan Mencatat semua yang telah Ibu lakukan.

Selain itu, aktivitas ini (petting) akan membuat Ibu terus “ketagihan”, sebab selama melakukan ini, endorfin akan terus diproduksi. Endorfin ini akan membuat Ibu merasa dalam zona nyaman. Bukan tidak mungkin, meskipun telah menikah, Ibu juga akan ketagihan lagi melakukan hal ini, dengan siapapun. Sebab “sensasi” atau “tantangan”nya jelas berbeda. Alih-alih menjadi “Ibu rumah TANGGA”, maka bisa jadi Ibu malah berperan ganda, yakni juga menjadi “Ibu rumah TETANGGA”. Idiiih….amit-amit…..

Hari gini selingkuh? Apa kata dunia? He he he….

Oh iya… Bagaimana perasaan Ibu kalau puteri atau saudari kandung Ibu juga melakukan hal yang pernah Ibu lakukan? Atau bahkan Ibu memergoki sendiri atau melihat puteri Ibu melakukan hal yang sama, yang dulu pernah Ibu lakukan?

Nah, hal inilah yang terkadang dilupakan oleh banyak orang tua. Mereka hanya suka memvonis atau menyalahkan anaknya yang terjerumus di dalam pergaulan bebas, pembangkang, tidak mau menuruti perintah orang tua, tanpa pernah mau introspeksi atau mawas diri.

Maaf, kami hanya berusaha untuk mengingatkan di dalam kebenaran serta kebaikan, dan tidak ada maksud sedikitpun untuk menyalahkan atau menggurui Ibu.

Semoga Allah senantiasa menjaga kita semua dari perbuatan tercela. Demikian. Semoga bermanfaat.

Salam SEHAT dan SUKSES selalu!!!
dr. Dito Anurogo
Konsultan Kesehatan Netsains.com

foto: http://medicalsquid.com/

 

 Tentang Penulis:

Dr Dito Anurogo Dito Anurogo adalah dokter yang sedang berkarya dan mengabdikan diri di neuroscience department, Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia. Ia adalah dokter pehobi filateli-numismatik, fotografi, pecinta alam, pernah aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Semarang, Member of IFMSA (International Federation of Medical Students' Associations), dan konsultan kesehatan di NetSains.net dan detik.com. Ia mendapatkan sertifikasi CME dari berbagai universitas ... Selengkapnya »
 
  • Website Pribadi/Blog:
  • Tulisan di NetSains: 144 Tulisan
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • Daniel_elpur

    ya terlu mitus bu ya sih tapi kalu hubungan intem ya sih baik yayayay sih gak masalh kali yayay bu asal aman makai kondom yayaya bu bisa oeyakit kelamin herpeles kelamin tapi gak usah kuwatir asal si bu jaga kebersihan badan yayaya bu yayaya

  • novi

    dok, bagaimana kalau dengan kasus saya.
    saya menikah dan pada hari itu juga saya mengalami haid. lalu pada hari ketiga haid saya, suami saya menggosok-gosokkan dan menekan-nekankan jari-jarinya ke vagina saya. tapi itu dilakukan di luar celana. suami saya tidak menyentuh secara langsung vagina saya. saat saya bersih-bersih, ada darah yang bercampur lendir. namun di pembelut saya masih bersih.belum ada darah haidnya. saat sore hari saya melihat pembalut saya, ternyata warna darahnya berbeda dengan yang saya bersihkan tadi. lalu darah yang saya bersihkan itu apa masih darah haid atau darah karena robek selaput dara saya. pasalnya, saya tidak merasakan sakit apa pun setelah kejadian yang saya lakukan bersama suami saya.
    mohon pencerahannya dok….
    terima kasih.

  • novi

    dok, bagaimana kalau dengan kasus saya.
    saya menikah dan pada hari itu juga saya mengalami haid. lalu pada hari ketiga haid saya, suami saya menggosok-gosokkan dan menekan-nekankan jari-jarinya ke vagina saya. tapi itu dilakukan di luar celana. suami saya tidak menyentuh secara langsung vagina saya. saat saya bersih-bersih, ada darah yang bercampur lendir. namun di pembelut saya masih bersih.belum ada darah haidnya. saat sore hari saya melihat pembalut saya, ternyata warna darahnya berbeda dengan yang saya bersihkan tadi. lalu darah yang saya bersihkan itu apa masih darah haid atau darah karena robek selaput dara saya. pasalnya, saya tidak merasakan sakit apa pun setelah kejadian yang saya lakukan bersama suami saya.
    mohon pencerahannya dok….
    terima kasih.

    • Dita Amaria

      assalam. maaf dok..saya ingin bertanya, saya permah melakukan ML dengan pacar saya dulu saat aku masih SMA, dengan menggosok2kan penis di daerah V, entah tanpa sengaja penisnya agak mengarah ke lubang V saya, saya yakin tidak masuk, hanya saja setelah itu keluar darah dari daerah V saya.
      yang ingin saya tanyakan adalah apakah jumlah darah perawan yg keluar dlm jlh yg byk..sampai berceceran kmna2…bahkan sapai ke tubuh…?? seperti darah haid di hari pertama..?? saya sempat menggunakan pembalut dikarenakan kira itu darah haid, yang ada hanya noda kecokelatan pada pembalut saya…
      dan apakah darah perawan disertai dengan gumpalan darah..??
      terima kasih dok atas jawabannya, saya hanya tidak ingin membohongi calon suami saya kelak… jika memang ternyata saya tidak lagi perawan… terima kasih atas jawabannya.

      • Oi_theperkly

        di cek aja mbak himenna dah bolong lum, ntar bisa diliat di arah jam berapanya kok..saya bisa membantu jika mau..

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100001734899255 Riane Sofyan

    jawaban anda memuaskan dok,,,,,,,ternyata anda tidak cuma seorang dokter, tapi juga mengerti akidah agama, hukum dan sukses deh,,,,!!!!!!!!!!!

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100001734899255 Riane Sofyan

    jawaban anda memuaskan dok,,,,,,,ternyata anda tidak cuma seorang dokter, tapi juga mengerti akidah agama, hukum dan sukses deh,,,,!!!!!!!!!!!