NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 suara, nilai: 5.00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Adakah Solusi Ampuh untuk GERD yang Kambuh?

Tanya:

Perkenalkan, nama saya Nana. Saya seorang perempuan umur memasuki 40 thn. September lalu saya didiagnosa kena GERD stlh menjalani endoskopi. Oleh dokter diberi obat OMZ stngah jam sblm makan pagi, mucosta 100mg stlh makan pagi. dan lancid 30 mg setengah jam sebelum makan malam dan mucosta lg sesudah makan. Obat diberikan sekian minggu saya lupa dok, dan hasilnya bagus. Saya kembali seperti orang normal dan sehat. tidak muntah, tidak heartburn, tidak pusing, tidak pekak telinga, dsb. Pantangan makan jg saya jalani serta terapi tidur yg 15 cm diangkat bagian atas tubuh sudah saya laksanakan.

Setelah obat selesai dan nyaman terasa, kembali saya merasakan yg tidak enak,,, tetapi tidak heart burn. Seperti: setelah makan rasa bergerak seluruh tubuh ( seperti gempa itu dok he he he ), kemudian saya kembali ke dokter, awalnya oleh dokter diberi OMZ… untuk in demand saja sehari 1x. kemudian tidak mempan…. diganti lancid untuk in demand 1x sehari…

Benar saja, saya cukup cocok dengan lancid untuk in demand. kemudian saya kembali aktifitas seperti biasa…. genap 15 hari kok tiba2 semua badan setelah makan
terasa nyetrum, kepala jg ga karu2an… kemudian dada berdebar debar, dan jika beraktifitas yg lebih seperti naik tangga,,, jg berdebar debar di tengah tengah dada. karena takut, saya kemudian EKG dan ECO jantung, hasilnya normal, memang ada kebocoran jantung tetapi sangat sangat kecil dan dokter specialist jantung mengatakan masih dalam taraf normal,  tidak memberi obat jantung. dalam keadaan biasa detak jantung 1 menit ada 70 detakan, jika sedang berdebar debar ada 80 detakan dlm 1 menit.

Saya kembali ke dokter yg menemukan GERD.. Dokternya malah bingung dan menyuruh saya tes toxoplasma….kl misal nanti toxo normal, saya akan disuruh cek ini itu dok.

Terus terang saya trauma, karena sblm bertemu dngn dokter yg menemukan GERD saya ini, selama 1 thn saya dilempar lempar oleh ketidak pastian dan sudah menemui 8 dokter ( sblm terdiagnosa GERD) dan saya ke dokter urologi dites lab IPV untuk Ginjal (ada batu keciiiilll sekali di uretra kanan tetapi saya tidak merasakan apa2 ), pernah diberi harnal sekian bulan dan menurut saya malah itu yg memperparah GERD saya, kemudian ke dokter kandungan USG dalam ( cm ada kista coklat nempel di ovarium kiri besarnya 1,5 cm berwarna coklat ), kmudian USG jg.dan bbrp dokter yg mengatakan saya stress he he he…

Semua obat saya hentikan, karena dlm hati kecil saya bukan itu semua sakit yg saya rasakan…. dan saya bukan tipe perempuan yg mudah stress karena saya tipe suka bekerja keras dan pantang menyerah.

pembicaraan kita kembali ke dokter GERD lg. oleh beliau diberi pariet dan mucosta selama 1 minggu.
kemudian stlh minum obat itu…. sakit dikepala n nyetrum stlh makan tidak ada…. tetapi berdebar debarnya masih sedikit… ( sewaktu minum pariet dan mucosta tidak berdebar, tetapi stlh lepas obat kok debar2 ada sdikit stlh makan )
sampai hari ini saya blm tes toxo dok… tetapi saya jg blm kembali ke dokter saya… debar2 msh sdikit…
yg ingin saya tanyakan:
1. apakah itu namanya GERD kambuh? terutama muncul debar debar itu lho dok saya sangat takut kl jantung.
2. apa yg harus saya lakukan? minum obat apa? kembali ke dokter GERD lagi berharap pariet dan mucosta untuk diteruskan? atau bagaimana?
3. kalo dokter berkenan, obat apa yg musti saya minum?

Jika memang GERD saya kambuh2an, saya bisa menerimanya dengan ikhlas dan menjalani penyembuhan dngn sabar. saya nervous karena takut jika berdebar debar nya ini berhubungan dngn jantung, tetapi setiap saya tanyakan ke dokter itu jantung normal…..

salam, nana

Jawab:
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan penyakit saluran pencernaan menahun yang terjadi jika asam lambung atau empedu naik atau membalik ke kerongkongan. Gejala ini merupakan kondisi normal yang dialami banyak orang, terutama setelah makan.
Prevalensi GERD cenderung meningkat pada orang yang berusia lebih dari 40 tahun, dan bisa kambuh atau berulang.
Tentang Debar Jantung
Ada kemungkinan debar yang Anda rasakan itu adalah debar ektopik atrium (DEA), yaitu: debar jantung yang berlebihan karena aktivasi elektrik dari atrium (serambi jantung) sebelum terjadi debar jantung normal. DEA jarang menimbulkan gejala, dan dapat merupakan debar jantung tambahan pada orang sehat. Tenang saja, tak perlu khawatir… cenderung normal, kok.
Tentang Pariet
Pariet merupakan nama dagang dari rabeprazole sodium, berupa tablet 10 mg dan 20 mg. Untuk managemen jangka panjang GERD hingga 12 bulan, dosis pemeliharaan sebesar 10 mg atau 20 mg sekali sehari dapat direkomendasikan oleh dokter.
Selain untuk terapi GERD, pariet juga digunakan untuk terapi ulkus duodenum (luka/lecet pada usus dua belas jari), ulkus gaster (luka/lecet lambung), dan diberikan bersama-sama dengan antibiotik untuk membasmi bakteri bernama Helicobacter pylori yang ada di perut penderita tukak lambung.
Selain itu, pariet juga diberikan untuk mengatasi berlebihannya sekresi asam lambung karena tumor atau pembesaran pankreas (kondisi ini juga disebut sebagai Zollinger-Ellison sayandrome). Pariet tidak boleh diberikan pada wanita hamil, menyusui, dan anak-anak.
Efek samping pariet yang paling sering adalah:
1. sakit kepala
2. diare (mencret)
3. mual
Kejadian berat lainnya yang juga dapat terjadi misalnya:
4. rhinitis (hidung meler, pilek, tersumbat)
5. nyeri perut
6. otot melemah/melemas
7. sering kentut
8. muntah
9. gejala flu
10. infeksi
11. batuk
12. sulit tidur
13. sulit buang air besar
14. sensasi berputar (nggliyeng -Jawa)
15. nyeri punggung atau nyeri tak spesifik
16. radang tenggorokan
Pemberian pariet (rabeprazole) memang dapat menurunkan keasaman lambung dan duodenum (usus dua belas jari), namun dapat (sedikit) memicu peningkatan infeksi perut karena Salmonella dan Campylobacter. Juga dapat menutupi gejala kanker perut, sehingga menunda kepastian diagnosis kanker perut. Pariet harus langsung ditelan dengan air, jangan dikunyah.
Pariet jangan diberikan bersamaan dengan obat: itraconazole, ketoconazole, lapatinib, karena dapat mengurangi penyerapan dari lambung yang dapat membuat ketiga obat ini kurang efektif.
Tentang Mucosta
Mucosta® merupakan obat antigastritis (antiradang lambung), atau novel mucosal protective, ulcer-healing drug, mengandung zat aktif rebamipide. Rebamipide (Mucosta®) lebih baik dibandingkan dengan simetidin baik terhadap proses penyembuhan maupun kualitas penyembuhan ulkus itu sendiri. Angka kekambuhan ulkus setelah diobati dengan H2-receptor antagonis lebih tinggi dibandingkan dengan rebamipide (Mucosta®).
Rebamipide secara signifikan mempercepat penyembuhan tukak lambung, memproduksi peningkatan ekspresi epidermal growth factor (EGF) dan receptornya (EGF-R) pada mukosa lambung normal, dan meningkatkan ekspresi EGF dan EGF-R dalam regenerasi kelenjar dari bekas luka akibat tukak lambung (ulcer scar).
Tentang Harnal
Harnal (tamsulosin HCl), merupakan agen antiadrenergik selektif, untuk mengobati pembesaran prostat
(benign prostatic hyperplasia). Efek samping harnal yang paling sering adalah sakit kepala dan sensasi berputar. Efek samping lainnya, seperti:
1. kelemahan otot
2. sulit tidur
3. nyeri dada
4. mual
5. mencret
6. libido menurun
7. nyeri punggung
8. rhinitis
9. radang tenggorokan
10. batuk
11. muntah
12. nyeri atau sulit berkemih
13. tekanan intraokular bola mata meningkat
Jadi jelaslah bahwa harnal tidak memperparah GERD.
Solusi
Obat yang dapat dikonsumsi sesuai anjuran dokter adalah golongan PPI (Proton Pump Inhibitors), seperti: omeprazole, lansoprazole, pantoprazole, dan rabeprazole dapat meredakan gejala sekitar 8 minggu. Untuk meringankan hingga membebaskan gejala dalam waktu 4 minggu, dokter akan memberikan esomeprazole 20 mg, namun esomeprazole 40 mg lebih efektif daripada omeprazole 20 mg. Mengingat efek sampingnya, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau internis.

Modifikasi gaya hidup yang dapat dilakukan: menurunkan berat badan (bila berlebih), menghindari alkohol, coklat, jus jeruk, dan semua produk yang berbahan baku tomat. Menunggu minimal 3 jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur. Meninggikan kepala dari tempat tidur (dengan bantal, dsb) setinggi 20-21 cm.

Demikian, semoga bermanfaat.

Hormat kami,

Dr. Dito Anurogo
Dokter di RS. Keluarga Sehat, Pati.

 

 Tentang Penulis:

Dr Dito Anurogo Dito Anurogo adalah dokter yang sedang berkarya dan mengabdikan diri di neuroscience department, Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia. Ia adalah dokter pehobi filateli-numismatik, fotografi, pecinta alam, pernah aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Semarang, Member of IFMSA (International Federation of Medical Students' Associations), dan konsultan kesehatan di NetSains.net dan detik.com. Ia mendapatkan sertifikasi CME dari berbagai universitas ... Selengkapnya »
 
  • Website Pribadi/Blog:
  • Tulisan di NetSains: 147 Tulisan
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • http://www.facebook.com/people/Denbagus-Sukarno/100000024618093 Denbagus Sukarno

    saya jg penderita GERD sdh 4th sampe di endoscopi 2x    .apakah sy bs sembuh dokter???

  • http://www.facebook.com/people/Aditya-Suganda/1585222343 Aditya Suganda

    dok saya sakit dari pinggang kiri,kmudian saya dcek urin ternyata ginjalnya normal,saya priksa kdokter lain saya katanya terkena magh.diobati hingga 3 mingguan,mulai membaik,tp stlh g minum saya justru menggembung perutnya,dan sekarang lebih ketara sakitnya daripada dlu tidak menunjukan gejala,bahkan sekarang sampai kedada sakitny,pusing kaya angin duduk,sulit buat sendawa,atau buang angin,perutnya seperti menggembung metenteng sekali,kaya mau meletus,saya harus gmn?

  • http://www.facebook.com/awee.mn Awee Mn

    Coba deh dibantu pengobatannya dengan Propolis Diamond yang diimpor langsung dari New Zealand, bisa dibeli di seluruh apotik KIMIA FARMA di seluruh Indonesia.

  • zulkarnain

    Saya jga perna mengalami hal yg sama dan sdh di endoscopy diagnosanya gastritis erosip ringan dpt obatnya mucosta dan lancid. Tapi tetap berula ulang kambuh, dirawat sdh 9 x slma 1 thn skarang saya bantu pakai double selulose dan chitosan. Dan sdh 4 bln ini blm kambuh mudah mudahan tdk kambuh lagi aminnnnnnn

  • addie

    2 bulan lalu awal saya menderita penyakit ini..badan terasa ringan, tangan sebelah kiri terasa kebas, serta nafas yang gak lega dan sesak…setelah ke dokter sy minta oksigen krn sesak nafas dan rasa cemas/gelisah yg teramat sangat..setelah diberi oksigen nafas dan kecemasan menjadi tenang dan lgsg ekg hasilnya alhamdulilah normal..dokter mengatakan mungkin disebabkan dr naiknya asam lambung hingga menyebabkan sesak nafas..esok harinya kemudian check darah dan rontgen paru paru hasilnya normal..setelah menghabiskan obat ( yang saya lupa namanya ) selama seminggu…tp masih terasa sesak dan sensasi cemas/gelisah sy mencoba 3 hari dengan kunyit 3 ruas jari yg diparut dan diberi madu yg sy konsumsi pagi sebelum malan dan malam sebelum tidur..hasilnya ada walaupun sensasi cemas masih ada namun berkurang..setelah 3 hari dengan kunyit saya beralih ke polycrol selama 1 minggu namun masih tetap hasilnya…kemudian beralih ke herbal selama kurang lebih 14 hari alhamdulillah badan terasa lebih fresh walau sensasi cemas dan sesak nafas masih ada dan terkadang masih terasa seperti menggigil waktu mandi…lepas dari herbal beralih ke kangen water selama 4 minggu…alhamdulillah sesak nafas dan sensasi cemas/gelisah berkurang…sudah 3 hari ini mencoba dengan minum air perasan parutan singkong…hasilnya sesak nafas berkurang sensasi kadang sesekali muncul..
    makanan yang sy konsumsi selama itu hanyalah nasi, semur, sup kentang dan wortel, kecap, telur dadar, telur rebus, sesekali ayam semur, pepaya, melon
    minuman hanya air putih dan kangen water
    yang saya rasakan sampai dengan hari ini adalah :
    1. Gak bisa bernafas lega dan sensasi cemas terkadang sesekali terkadang muncul..

    2. terasa ada ganjalan atau terasa kaku pada perut bagian kiri
    3. Leher terkadang terasa kaku
    4. sulit bab
    5. pandangan terkadang tidak fokus
    6. bahu kanan dan kiri terasa seperti pegal
    yang ingin saya tanyakan sakit apa sebenarnya yang sy derita..??
    mohon penjelasannya

    terima kasih

    addie