Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook

Disini juga numpang iklan, yah. Buat biaya server :)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Anak-anak Bisa Gagal Ginjal?

Tanya:

Dok, saya mau tanya mengenai kesehatan anak saya perempuan usia 12 tahun, Apakah gagal ginjal dapat terjadi pada anak seusia anak saya? Dan apakah dapat terjadi secara mendadak atau melalui proses waktu yang lama sehingga bisa dideteksi sejak dini dan bisa diobati dengan berbagai alternatif?

Jika bisa terjadi mendadak, apakah salah obat? Misalnya, menjadi penyebab/pemicu gagal ginjal mendadak pada penderita yang sebelumnya sehat bugar. Soalnya semingga sebelum diketahui gagal ginjal anak saya berobat ke dokter praktek dan setelah minum obat dari dokter kaki dan mukanya bengkak. Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih. Semoga dokter sekeluarga sehat dan sukses selalu.

Suryana Slamet

Jawab:

 

Sdr Suryana Slamet,
Penyakit gagal ginjal ada dua: gagal ginjal akut, dan gagal ginjal kronis. Gagal ginjal akut disebabkan oleh perdarahan, kekurangan cairan (diare akut dehidrasi berat) dan reaksi alergi obat, atau infeksi berat (sepsis).
Sedangkan gagal ginjal kronik disebabkan oleh diabetes mellitus (kencing manis), hipertensi, infeksi ginjal, batu ginjal yang tidak diambil.
Pada anak umur 12 tahun juga dapat terserang penyakit ginjal kronis.
Gejalanya sering tidak jelas, hanya badan “nglungkrah” (tidak nyaman - Jawa), mudah lelah, buang air keccil tidak lancar, sebagian buang air kecil bercampur darah. Sebagian mengalami hipertensi dan anemia (kadar Hemoglobin rendah).
Diagnosis ditegakkan dengan USG dan pemeriksaan darah :  didapatkan hasil ureum kreatinin yang meningkat tajam.
Penanganannya dengan cuci darah.
Apakah disebabkan oleh obat yg diberikan oleh dokter tidak bisa diketahui secara pasti.
Semoga ada jalan keluar yang baik.

foto: istockphoto.com


 

 

 Tentang Penulis:

Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, SpPD-KPTI, salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang juga ahli penyakit tropis infeksi yang lahir di Pemalang. Staf Divisi Penyakit Infeksi & Tropik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi/Fakultas Kedokteran UNDIP. Organisasi: 1. Ketua Tim HIV-AIDS RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, sejak 2002 sampai sekarang 2. Sekretaris Sub Tim DALINOK. Komite Medis RSUP Dr Kariadi Semarang. 3. Anggota Tim ”Emerging Infectious ... Selengkapnya »
 
  • Website Pribadi/Blog:
  • Tulisan di NetSains: 60 Tulisan
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • randg

    I appreciate these comments.
    visit rosesandgifts dot com.(send gifts,flowers and cakes to India.).