NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Sejarah Singkat Penggunaan Darah Dalam Membongkar Kasus Kejahatan

Satu serpih kecil kulit, sehelai rambut, setitik noda air liur, setetes darah. Kemanapun kita pergi, kita selalu meninggalkan jejak diri kita yang sama khasnya dengan sidik jari kita. Para ilmuwan saat ini telah dapat mengenali seseorang hanya dengan menelaah bagian sel – sel tubuhnya. Pada umumnya, orang – orang yang taat hukum tidak terlalu memikirkan hal itu. Namun, terdapat sebagian kecil fari populasi kita yang sangat peduli tentang jejak yang mereka tinggalkan.

Pembuatan profil DNA merupakan hal yang relative baru dalam ilmu forensic. Bahkan teknologi ini, yang melibatkan seorang ahli untuk melakukan tes sample darah atau jaringan tubuh yang lain untuk mencari tahu siapa pemiliknya. Metode ini masih dianggap baru dan ditanggapi dengan skeptic oleh para pengacara dan hakim di seluruh dunia. Namun, tak seorang penyidikpun di dunia ini yang menyangkal bahwa darah adalah bukti yang sangat penting yang bisa di dapatkan di TKP.

Pada umumnya, manusia memiliki 5 liter darah mengalir di seluruh tubuh dengan tekanan yang relative tinggi. Ketika seseorang terluka, missal saat terjadi kejahatan, darahnya dapat menyembur ataau merembes keluar ke tempat – tempat yang tidak terduga. Di TKP, seorang penyidik memiliki banyak alat yang dapat digunakan untuk menemukan setitik darah yang mungkin terlewatkan. Seorag penyidik yang kreatif mungkin dapat menemukan jejak darah di bawah ubin dengan cara menuangkan air ke lantai dan melihat kemana air itu mengalir. Ia juga mungkin menggunakan trik lain yaitu dengan menyemprotkan luminal untuk menemukan jejak darah yang sangat kecil. Luminal akan mengeluarkan cahaya berwarna biru redup jika bereaksi dengan darah. Di tempat yang sangat gelap, noda darah akan menyala.

Darah sebenarnya merupakan campuran banyak sel yang masing – masing memiliki banyak fungsi khusus bagi kehidupan. Semua darah memiliki dua komponen penting, yaitu plasma darah dan sel. Plasma adalah cairan yang berisi sel – sel  darah. Plasma darah mengandung protein, nutrisi bagi jenis sel – sel lain, garam, dan produk buangan sel. Sebagian besar cairan yang keluar saat seseorang terluka adalah plasma.

Sel – sel darah mengandung sel darah merah, sel darah putih, dan keeping darah (platelet), yang masing masing memiliki fungsi khusus. Sel darah merah yang memberikan warna pada darah, bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan membawa karbon dioksida ke paru – paru untuk dibuang melalui nafas. Sel darah merah matang tidak memiliki inti darah sehingga tidak mengandung DNA nucleus. Keping darah bertugas untuk membekukan darah saat seseirang terluka. Keeping darah juga tidak memiliki DNA. Sel darah putih merupakan bagian dari sistem kekebalan, yang bertugas menanggapi setiap infeksi dan penyakit. Setiap sel darah putih memiliki inti. Jadi sel darah putih merupakan sumber DNA yang berharga untuk barang bukti.

Penggolongan darah telah digunakan selama bertahun-tahun dalam penyidikan kejahatan. Masalah utama dalam penggunaan sistem ini sebagai bukti kejahatan adalah selama ini dianggap kurang spesifik sebagai bukti kuat. Golongan darah saja tidak cukup dalam mendakwa seseorang dalam kejahatan. Sehingga spanduk SELAMAT DATANG DI DUNIA DNA pun muncul dalam salah satu metode para ilmuwan forensik dalam mengungkap kejahatan.

Sumber gambar: http://dna-rna.net/ dan http://biochemden.in/

 

 Tentang Penulis:

safina Alumni S2 kajian biokimia di Universitas Airlangga Surabaya dengan kajian drug design based docking approach, Penggemar serial science fiction terutama Bones dan suka menulis yang berhubungan dengan sains ... Selengkapnya »
 
  • Website Pribadi/Blog:
  • Tulisan di NetSains: 31 Tulisan
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.