NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 suara, nilai: 4.00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Sang Sumber Energi pada Tanaman (fotosintesis bagian 1)

Netsains.Com – Dalam keberlangsungan hidupnya, semua organisme memerlukan energi. Hal yang menarik di sini adalah pada tumbuhan. Meskipun ini merupakan ilmu basic science, banyak ilmuwan yang masih saling memperdebatkan maupun mencari kebenaran teori tentang mekanisme-mekanisme yang terdapat pada tanaman termasuk berkaitan dengan sumber energi. Sebenarnya apakah sumber energi pada tanaman?

Sukrosa adalah salah satu komponen organik yang terdiri dari glukosa dan fruktosa. Sehingga sukrosa merupakan sumber energi bagi tanaman dan mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan. Sebenarnya fungsi peranan sukrosa pada tanaman bukan hanya sebatas sebagai sumber energi. Beberapa fungsi diantaranya adalah sebagai karbon skeleton atau kerangka karbon, osmoprotectan, dan ekspresi gen.

Bagaimana sukrosa berperan menjadi sumber energi?

Kerangka karbon sendiri dapat diartikan sebagai penyusun karbon (C) yang melalui mekanisme tertentu akan menghasilkan suatu energi. Karena sukrosa mempunyai fungsi sebagai penyusun unsur karbon, maka sukrosa mempunyai peran penting dalam memproduksi energi. Sukrosa merupakan hasil akhir fotosintesis yang siap untuk diekspor. Sukrosa diproduksi di dalam sitosol daun yang nantinya akan disalurkan melalui batang, dari floem ke sink tissue, menuju jaringan-jaringan yang sedang melakukan metabolisme. Regulasi sukrosa ini dibantu oleh gen sucrose transporter SUC/SUT family. Sukrosa juga sangat diperlukan pada jaringan-jaringan yang sedang melakukan pertumbuhan aktif, misalnya pada jaringan meristem. Pada jaringan meristem aktifitas fotosintesis tidak dapat dilakukan karena jaringannya masih terlalu muda, sehingga perlu sokongan energi dari sukrosa. Pada malam hari, sukrosa dapat dibentuk melalui karbohidrat. Karbohidrat tersebut terdapat pada kloropas yang merupakan hasil dari siklus calvin pada proses fotosintesis. Kemudian karbohidrat akan dipecah menjadi monosakarida, seperti glukosa, sehingga dapat keluar dari kloroplas dan dapat membentuk sukrosa pada sitoplasma.

Sisa dari sukrosa yang tidak terpakai akan disimpan dalam vakuola. Tempat penyimpanan gula tersebut dapat diakumulasikan pada organ-organ tanaman seperti tebu yang disimpan dalam batang, umbi-umbian yang disimpan dalam akar, dan pada buah yang mempunyai rasa manis. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kandungan manis pada buah belum tentu berupa sukrosa, akan tetapi bisa jadi berupa pati yang merupakan gabungan dari komponen-komponen dari glukosa. Sehingga diasumsikan bahwa pada buah, sukrosa kembali dipecah dalam bentuk glukosa dan fruktosa.

Fungsi selanjutnya adalah sukrosa sebagai osmoprotectan. Yang dimaksud dengan osmoprotectan adalah suatu molekul kecil yang membantu organisme untuk tetap bertahan di lingkungan ekstrem. Sukrosa akan diakumulasikan di dalam sel dan menyeimbangkan perbedaan osmosis antara sitoplasma dan keadaan di sekeliling sel. Dengan lingkungan yang ekstrem seperti kekeringan, produksi sukrosa dalam tanaman meningkat untuk mempertahankan kondisi sel yang seimbang. Sehingga akumulasi sukrosa misalnya pada buah ataupun pada batang tebu akan meningkat. Maka dari itu, untuk mendapatkan buah yang manis kadang menggunakan prinsip ini seperti tanaman sengaja dikondisikan pada lingkungan kekeringan.

Para ilmuwan menganggap bahwa sukrosa juga kemungkinan berperan sebagai ekspresi gen. Akan tetapi hal ini masih harus melakukan pengujian lebih lanjut.

 

Sumber gambar :

http://users.bergen.org/dondew/bio/AnP/Anp1/AnP1Tri1/CARB_ART/SUCROSE_SYNTH/SucroseSynth.html

http://www.biologyjunction.com/photosynthesis_notes.htm

 

 

 Tentang Penulis:

widhi Widhi, 27 years-old, PhD student at Osaka University-Japan (Institute for Protein Research), previous study was at Kyungpook National University-S. Korea (Departement of Environmental Horticulture), now focus on plant science and biology molecular crystallography, fans of Aristotle's ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.