Belajar tak terbatas di ruang kelas. Di era cyber ini, sudah mulai banyak sekolah yang menjalankan belajar online di dunia maya. Dengan begini, guru dan siswa bisa lebih banyak berinteraksi, entah itu lewat email, pesan instan, Facebook, atau Twitter. Masalahnya, tidak semua siswa atau guru memahami netiket alias etika di internet buat urusan yang satu ini.
Ada aturan mainnya bagaimana belaja online bisa dijalankan dengan efektif. Apa saja itu? Berikut ada 9 netiket belajar online untuk para siswa:
1. Bertanya
Tanyakan pada gurumu, apakah beliau bersedia dihubungi secara online, baik itu di email atau social media. Sebab tidak asyik juga kalau tahu-tahu kita kontak dia di dunia maya, padahal dia sedang tidak siap.
2. Ikuti aturan sekolah
Ada sekolah yang menerapkan aturan tertentu berkaitan dengan berperilaku online pada siswa-siswanya. Coba ikuti aturan ini, sebelum dicap sebagai pelanggar.
3. Waspadai konten yang tak sesuai
Selama di sekolah, mungkin dibebaskan mengakses internet. Tapi bukan berarti bebas mengakses situs yang kontennya tak sesuai usiamu. Kamu juga tidak diperkenankan mengunggah konten yang memicu masalah.
4. Pakai nama asli
Saat berinteraksi dengan guru, misalnya mengumpulkan Pekerjaan Rumah (PR) atau bertanya soal pelajaran secara online, pakailah nama aslimu. Sebab guru akan sulit menghapal nama-nama samara siswa-siswanya.
5. Sembunyikan alamat
Walau ada di lingkungan sekolah atau online di komunitas sekolah, bukan berarti kamu bebas mengunggah data pribadi seperti alamat rumahmu. Waspadai adanya stalker atau penelusup.
6. Sembunyikan nomor
Nomor telepon rumah atau ponsel juga sebaiknya tidak diekspos secara online. Bisa dimanfaatkan pihak tertentu.
7. Tidak chat tanpa izin
Jika tersedia kanal khusus untuk chatting, chatting lah sesuai topik yang ditentukan. Tidak semua guru bersedia diajak chat atau menyediakan chat room bagi kelas online. Ikutilah aturan yang diterapkan.
8. Laporkan jika ada cyberbully
Selalu ada kemungkinan terjadi cyberbully. Jika ini terjadi padamu atau teman, segera laporkan pada guru.
Sumber artikel: networketiquette.net / Sumber gambar: jslcolombia.org




