NetSains.com

Recent Comments


Powered by Disqus

25 Penulis Teraktif

  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • gravatar
  • Foto anda tak tampak disini? Segera buat akun di Gravatar.com!
chemistry
  • Can't retrieve RSS Feed
Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 suara, nilai: 5.00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...

Perhatian!
Artikel ini adalah artikel lama, diterbitkan lebih dari setahun yang lalu.
Mohon beritahu kami melalui komentar apabila artikel ini sudah tidak relevan lagi

Cara Menghitung Standar Deviasi tanpa Menggunakan Excel dan Kalkulator

Kita tidak asing dalam istilah Standar Deviasi ini. Standar Deviasi atau yang biasa kita singkat SD merupakan salah satu teori dalam ilmu statistk atau teori kemungkinan. Dalam ilmu statistik, SD ditunjukkan dari banyaknya variasi yang ada dari rata-rata. Akan tetapi SD juga sering dipakai cabang ilmu lain misalnya biologi, kimia, dan fisika. Dalam biologi misalnya, sering dipakai dalam pengumpulan data eksperimen untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesalahan atau error.  Biasanya, semakin kecil standar deviasi maka data tersebut lebih bagus daripada yang memiliki standar deviasi yang besar. Contohnya, kita melakukan eksperimen dengan ulangan tiga kali (karena minimal dalam eksperimen ulangannya adalah 3 kali).  Hasil rata-rata dari ketiga ulangan eksperimen itu misalnya 10. Jika kita mendapat standar deviasi dengan nilai 1 itu lebih bagus daripada kita mendapat standar deviasi dengan nilai 5. Mengapa? Kalau standar deviasi 1 bisa diartikan 10 plus minus 1. Sehingga variasinya berkisar antara 9 sampai 11. Dan tingkat keakuratan ketiga ulangan eksperimen bisa dikatakan tinggi karena hasil eksperimen yang dihasilkan mirip-mirip. Kalau standar deviasi 5 bisa dihitung sendiri rangenya sekitar berapa sampai berapa.

Di jaman sekarang ini, sudah banyak yang menyediakan fasilitas mencari berapa besar standar deviasi, contohnya Excel bahkan di kalkulator pun bisa. Akan tetapi, sebenarnya kita bisa menghitung secara manual standar deviasi tanpa menggunakan rumus-rumus!

Untuk menghitung standar deviasi, ada dua bagian dalam berhitung. Pertama, adalah menghitung mean atau rata-rata. Kedua, barulah kita dapat menghitung masing-masing deviasi. Baiklah, langsung saja pada contoh.

Langkah yang pertama. Apabila kita mendapatkan data sebanyak 4 kali yaitu: 12, 15, 19, dan 24. Totalnya adalah 12 + 15 + 19 + 24 = 70. Dan bila dicari rata-ratanya (mean) adalah total yang tadi 70 dibagi 4 = 17.5

Kemudian langkah kedua yaitu, menghitung standar deviasi dari masing-masing data dikurangi rata-rata. Misalnya 12 – 17.5 = -5.5 Sehingga didapatkan hasil dari tiap-tiap data adalah: -5.5, -2.5, +1.5, +6.5

Kemudian dari data-data yang didapat barusan di kuadratkan (dikalikan dengan nilai itu sendiri). Misalnya: -5.5 x -5.5 = 30.25 Dan hasil dari masing-masing data tersebut dijumlahkan. Sehingga akan seperti ini: 30.25 + 6.25 + 2.25 + 42.25 = 81

Selanjutnya dari hasil jumlah tadi, 81, dibagi dengan banyaknya nilai dikurangi 1. Misalnya kita tadi punya data sebanyak 4, kemudian dikurangi 1 jadinya 3. Sehingga: 81 / 3 = 27

Langkah terakhir adalah pengakaran kuadrat dari hasil tadi. 27 ½  = 5.2 Sehingga 5.2 adalah standar deviasi. Berapa range-nya? Kita plus minus dengan rata-rata (mean). 17.5 + 5.2 = 22.7 dan 17.5 – 5.2 = 12.3

Sehingga dari rata-rata 17.5 range-nya 12.3 sampai 22.7

Dan setelah ini kita bisa aplikasikan untuk membuat grafiknya. Bagaimana, mudahkan? Jika tidak ada komputer atau kalkulator kita bisa menghitung standar deviasi sendiri.

 

sumber: http://www.buzzle.com/articles/how-to-find-standard-deviation.html

gambar: http://click4biology.info/c4b/1/stat1.htm dan http://plantostart.com

 

 Tentang Penulis:

widhi Widhi, 27 years-old, PhD student at Osaka University-Japan (Institute for Protein Research), previous study was at Kyungpook National University-S. Korea (Departement of Environmental Horticulture), now focus on plant science and biology molecular crystallography, fans of Aristotle's ... Selengkapnya »
 
  Beri komentar atau taut balik artikel ini.
  • http://www.facebook.com/satria.permana.1272 Satria Permana

    Thanks, info ini juga bisa bantu untuk dunia industri

  • Onit

    wah ngeri ibu doktor :D

    untung ada excel ya kalo harus ngitung manual satu satu ngeri juga

  • http://www.facebook.com/jati.triwandana Jati Triwandana

    thx infonya..
    sungguh bermanfaat

  • sesat

    gilaaaa …
    matur nuwun bangetttt,,,
    simpel dan jelasssss …

  • teguh

    gan itu perhitungannya untuk SD populasi atau yg sempel…. btw nice share gan :2thumbup :D

  • http://www.facebook.com/pelangi.hatiku1 Pelangi Hatiku

    trimaksih,,ilmunya sgt berarti banget :-)

  • http://twitter.com/Ners_Yani Andriyani D. Wardani

    Penjelasan yang baik & mudah d’pahami. Trims, sanga mmbantu sekali :)

  • yuni

    arigatou gozimasta,..very simple and make me understanding,,

  • afriadi

    kalau misal data ada 14 gmna bu

  • Guest

    -5.5, -2.5, +1.5, +6.5

    dari mana ya dapatnya?

  • http://www.facebook.com/ulqiora.uchiha Ull Xion

    Misalnya 12 – 17.5 = -5.5 Sehingga didapatkan hasil dari tiap-tiap data adalah: -5.5, -2.5, +1.5, +6.5. ini rumusnya bener di kurang bu?

  • sulpan

    luar biasa skali,,saya kira untuk menghitung standar deviasi itu hanya bisa menggunkan EXCEL, ternyata bisa jg dengan menghitung manual dan ini lebih simpel sehingga mudah dipahami…trimakasih atas ilmux saya bangga sama ibu.