Akhirnya keputusan itu datang juga. Hari Jumat, seminggu yang lalu, juri di pendilan San Jose, Amerika Serikat bersepakat untuk setuju dengan tuduhan Apple Inc. Mereka menyatakan bahwa Samsung bersalah telah melanggar enam paten milik Apple Inc.Oleh karenanya, Samsung didenda 1,05 miliar dollar AS. Jumlah ini kurang dari separuh yang dituntut Apple Inc, yaitu 2,5-2,7 miliar dollar AS.
Keputusan bersalah tersebut tidak pelak membuat heboh. Sebenarnya ini bukan pertama kali Samsung mengalami kekalahan dari Apple Inc. Kasus gugatan paten di Belanda, Jerman, dan Australia yang dilakukan Apple Inc terhadap Samsung, juga menuai beberapa kemenangan, meskipun kemudian Samsung melakukan banding dan berhasil menuntut balik.
Bila kita kembali ke belakang, sejenak, gugatan paten terhadap Samsung dan vendor Android umumnya, bukanlah hal yang sama sekali baru. Microsoft dan Apple Inc. merupakan actor utama dalam gugatan terhadap Android. Khusus Apple Inc. lebih kentara lagi karena Steve Jobs, dalam biografinya yang ditulis oleh Walter Isaacson mengungkapkan tekadnya untuk menghancurkan Android karena menyangka Android adalah produk curian. Steve Jobs mengungkapkan tekadnya tersebut dalam satu kalimat padat berisi, Thermonuclear War. Bahkan ia lebih jauh lagi dengan mengatakan akan menggunakan setiap peny uang Apple Inc. yang ada di bank (kini jumlahnya mencapai 117 miliar dollar) untuk meruntuhkan Android.
Tentu sesuatu yang sangat luar biasa tekad Apple Inc. untuk memberangus Android. Ini tidak lepas dari rasa kesal dan mungkin tertipu Steve Jobs terhadap Google (Android dibeli Google dari Andy Rubin tahun 2005). Kita ingat sewaktu pertama kali iPhone diluncurkan pada tahun 2007, produk-produk Google seperti search, maps, dan YouTube merupakan native iPhone. Ditambah lagi, CEO Google waktu itu, Eric Schmidt duduk di kursi direktur Apple Inc.
Namun kerja sama itu berakhir pahit ketika Google memasuki pasar smartphone yang notabene pasar Apple inc. Tentu Google bukanlah perusahaan hardware layaknya Apple Inc. Mereka hanya punya sistem operasi, Android sehingga Google mengumpulkan beberapa vendor dalam Open Handset Alliance agar mau berkoalisi membuat smartphone berbasis Android. Tidak butuh waktu lama, pada tanggal 22 Oktober 2008 (sekitar setahun lebih dari iPhone generasi pertama), Google merilis smartphone Android pertama, yaitu HTC Dream dari HTC.
Semenjak itu, laju deras Android tidak tertahankan. Hanya butuh beberapa waktu saja untuk mengalahkan Symbian sebagai platform terpopuler di smartphone. Tidak itu saja, kemajuan Android membuat banyak vendor memikirkan ulang strategi mereka. Kita bisa lihat Nokia yang akhirnya lompat kapal ke windows Phone dan RIM BlackBerry yang harus membeli system operasi baru QNX yang kemudian diberi nama BlackBerry 10 agar tidak gulung tikar.
Bagi Apple Inc. sendiri kemajuan Android merupakan tekanan yang sangat besar. Hal ini karena Android didukung oleh banyak vendor sehingga secara kuantitas akan lebih banyak handset yang beredar di pasar. Kuantitas yang banyak dan beragam akan menarik bagi konsumen karena mereka memiliki pilihan. Pilihan di mata konsumen sesuatu yang sangat baik karena mereka bisa memilih smartphone sesuai selera.
Kita bisa melihat bahwa Negara-negara maju di dunia, pasar samrtphone mereka kini dikuasai Android. Amerika Serikat, Inggris, Italia, Spanyol, Australia dan masih banyak lagi. Secara global, Android kini menguasai pasar smartphone lebih 50%. iOS Apple Inc. menjadi pemain minoritas, meski menduduki posisi kedua, tetapi berjarak sangat jauh dari Android. Pertanyaannya, bagaimana menahan laju Android yang sangat kencang tersebut?
Ada semacam anekdot, jika anda tidak bisa mengalahkan competitor anda di pasar, kalahkan mereka di pengadilan. Tampaknya hal ini ditempuh oleh Apple Inc. Microsoft dalam cara yang berbeda memaksa para vendor Android untuk menyetujui pembayaran royalty. Mengapa demikian? Karena secara intelektual property, Android memang miskin. Paten untuk melindungi Android dari gugatan pesaing, pada awalnya sangat sedikit. Ini artinya Android terancam sangat banyak gugatan paten. Dan peluang ini dimanfaatkan oleh Apple Inc. dan Microsoft.
Dalam skala yang lebih luas, gugatan terhadap Android dan vendor-vendornya bisa kita lihat sebagai perang antara open source dan para Proprietary. Kita bisa memaklumi bahwa Proprietary seperti apple Inc dan Microsoft tidak mau begitu saja dikalahkan oleh open source. Mereka memiliki sangat banyak paten yang bisa digunakan untuk setidaknya menahan laju open source seperti Android.
Apple Inc. merupakan pihak yang paling sering menggugat vendor Android. Samsung sebagai vendor terbesar Android, yang juga rekanan bisnis Apple Inc, juga tidak luput dari gugatan. Kasus gugatan ini dimulai tahun 2010 dan belum akan berakhir dalam waktu singkat.
Pengadilan di San Jose yang menyidangkan kasus gugatan Apple Inc. terhadap Samsung telah memutuskan bahwa Samsung terbukti bersalah. Samsung didenda 1,o5 miliar dollar dan mungkin akan meningkat maksimal tiga kali dari jumlah tersebut jika hakim Lucy koh menemukan fakta kuat untuk hal tersebut. Selain itu, segera setelah keputusan keluar, Apple Inc. segera mengajukan pelarang delapam produk Samsung agar tidak beredar lagi di pasar. Produk Samsung yang hendak dilarang di pasar adalah Galaxy S 4G, Galaxy S2 AT&T, Galaxy S2 Skyrocket, Galaxy S2 T-Mobile, Galaxy S2 Epic 4G, Galaxy S Showcase, Droid Charge, Galaxy Prevail.
Samsung menyikapi kekalahan tersebut sebagai kehilangan bagi konsumen. Artinya konsumen akan memiliki pilihan lebih sedikit dan terancam harga yang lebih mahal. Ini sesuatu yang logis karena bila dilarang untuk dijual, konsumen tak akan banyak pilihan, sementara mereka belum tentu ingin membeli iPhone yang harganya lebih mahal.
Untungnya, dampak kekalahan Samsung tersebut sebenarnya sangat sedikit, baik bagi Samsung sendiri maupun bagi platform Android secara keseluruhan. Bagi Samsung, dengan hanya membayar 1,05 miliar merupakan pembayaran yang sangat sedikit bila dilihat dari penjualan mereka secara global. Selain itu, keinginan Apple Inc. untuk segera melarang produk Samsung tidak terwujud dalam waktu dekat karena hearing untuk hal tersebut baru akan berlangsung tanggal 6 Desember 2012. Tambahan lagi sebagian produk yang dilarang tersebut volumenya di pasar sudah tidak signifikan karena merupakan produk lama.
Waktu tiga bulan dari sekarang saya kira sudah lebih dari cukup untuk melakukan re-desain terhadap produk yang terbutkti bersalah. Saya tidak meragukan kekuatan Samsung dalam meredesain smartphone mereka. Bahkan mungkin saja mereka akan membiarkan produk tersebut dilarang agar konsumen bereaksi. Tidak hanya itu, produk laris seperti Galaxy S3 dan Galaxy Note tidak terkena dampak gugatan Apple Inc. Kedua produk ini merupakan permata Samsung. Galaxy S3 terjual 10 juta unit dalam waktu hanya dua bulan, sedangkan Galaxy Note terjual 10 juta unit dalam 9 bulan semenjak diluncurkan.
Google sebagai pemilik Android, setelah diam dan mengevaluasi situasi akhirnya memberikan tanggapan terhadap kekalahan Samsung. Google mengatakan tidak ada paten yang dipersalahkan yang terkait dengan core Android. Tidak tahu betul apa yang dimaksud Google dengan core tersebut. Akan tetapi bisa diperkirakan bahwa paten yang digugat Apple lebih kepada fitur. Ini artinya, jauh dari anggapan media bahwa Android dalam ancaman, Android baik-baik saja. Google mungkin berposisi seperti ini terkait dengan e-mail yang mereka kirimkan kepada Samsung sebelumnya, agar mendesain smartphone yang jauh dari cita rasa iPhone. Artinya Google telah memperingatkan Samsung agar tidak terlalu meniru bentuk iPhone dan iPad.
Tentu banyak pihak beranggapan bahwa kekalahan Samsung ini merupakan awal dari banyak kekalahan platform Android di masa depan. Saya tidak yakin betul hal ini benar. Melihat apa yang dipersalahkan kepada Samsung lebih kepada fitur dan bukan inti Android itu sendiri merupakan alasan penting mengapa Android akan baik-baik saja. Mungkin vendor akan berpikir untuk berpindah ke Windows Phone karena sangat aman dari gugatan. Namun melihat Windows Phone yang tidak mampu berbuat banyak akan sangat merugikan bagi vendor mengambil langkah drastis semacam itu.
Google saya rasa tidak akan tinggal diam. Dengan kekuatan finansial dan lobi serta Android Jelly Bean yang lebih maju, gugatan terhadap vendor Android tidak akan didiamkan. Salah satu langkah strategis Google adalah dengan membeli Motorola Mobility yang memiliki paten lebih dari 25.000 sebesar 12,5 miliar dollar. Setidaknya hal ini menunjukkan komitmen Google untuk melindungi vendor Android.
Satu hal lagi yang perlu kita lihat adalah bahwa paten yang dipersalahkan kepada Samsung lebih karena logika paten lebih sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Apple Inc. Coba kita lihat beberapa paten tersebut berikut ini.
1. Utility Patent 163, Enlarging docments by Tapping the screen
2. Utility Patent 381, Bounce Back Feature
3. Design Patent 087, Ornamental design of the iPhone (white color)
4. Design Patent 677: Ornamental design of the iPhone (black color)
5. Design Patent 305: Rounded square icons on interface
6. Utility Patent 915: Pinch to zoom
Coba kita lihat smartphone Samsung mana saja yang melanggar paten Apple Inc.
Saya katakan logika paten karena Apple Inc. lah yang mematenkan paten-paten tersebut. Bila kita ingat di tahun 2006 ada LG Prada yang juga dijadikan bukti oleh Samsung, sebagai bentuk yang ditiru oleh Apple Inc. Ini artinya bentuk iPhone tersebut tidak tercipta dengan sendirinya. Hanya karena Apple Inc. yang mematenkan desain tersebut, merekalah yang berhak menggugat. Ini artinya semacam kasus maling teriak maling. Sayangnya maling ada yang pintar dengan mengakui apa yang dicurinya dan membuat dokumen yang diakui secara legal atas curiannya tersebut. Di sini sebenarnya terlihat hipokrasi Apple Inc. Bahwa sebenarnya apa yang dikatakan oleh Steve Jobs yang meniru Picasso good artist copy, great artist steal dilaksanakan dengan baik.
Bagi saya terasa lucu bentuk bagian belakang iPhone warna putih dan hitam dipatenkan. Hal ini karena bentuk-bentuk seperti itu terasa umum dan lagi pilihan bentuk smartphone tidaklah banyak. Tidak mungkin rasanya smartphone dan tablet berbentuk segitiga atau bulat. Namun, secara logika paten hal tersebut diakui dan dipantenkan.
Dari kasus ini paling tidak kita tahu bahwa sebenarnya kondisinya tidaklah seburuk yang diperkirakan. Satu hal lagi kasus ini hanya terjadi di Amerika Serikat. Di Negara-negara lain seperti Cina belum akan menjadi poin yang penting.
Dalam perspektif saya sebagai konsumen, Apple bisa saja senang akan hal yang mereka peroleh sejauh ini dengan gugatan terhadap Samsung. Saya percaya, tidak semua konsumen menyukai langkah Apple tersebut. Bagaimanapun konsumenlah yang akan memutuskan apa yang akan mereka beli. Jika tidak ada Samsung bukan berarti mereka akan beralih ke iPhone. Apple Inc. perlu mewaspadai konsumen yang antipati terhadap langkah mereka mengalahkan saingan di pengadilan. Menang di pengadilan belum tentu akan disukai konsumen.
Sumber: dirangkum dari WSJ Online, Business Insider, Foss patent, Bloomberg, AllThings D
Bahan Bacaan: http://www.businessinsider.com/apple-patent-lawsuits-2012-8
http://allthingsd.com/tag/apple-samsung/
Sumber Tabel: fosspatent.com
Sumber gambar: mobilewhack.com





